Tingkatkan Kualitas SDM Insan Koperasi, Diskopum Kabupaten Nganjuk Gelar Pengawasan dan Pembinaan

Diikuti oleh 90 Pengelola Koperasi se-Kabupaten Nganjuk

Nganjuk, PING – Pemkab Nganjuk melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Koperasi se-Kabupaten Nganjuk, Selasa (1/8/2023) hingga Kamis (3/8/2023) di Aula pertemuan RM Rakitos, Sukomoro. 

Acara dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Diskopum Kabupaten Nganjuk Cuk Widiyanto bersama jajarannya dan diikuti oleh 90 orang Pengelola Koperasi se-Kabupaten Nganjuk. Adapun Pengelola Koperasi tersebut terdiri dari Koperasi Wanita (Kopwan), Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), Koperasi Karyawan (Kopkar) dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP). 

“Kita adakan pembinaan kepada para pelaku koperasi atau insan koperasi untuk menumbuhkan jiwa dan sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan kepada anggotanya lebih baik lagi serta berkualitas,” tuturnya.

Baca Juga : Kadis Koperasi dan UM, Cuk Widiyanto Raih Penghargaan Penggerak Koperasi 

Cuk Widiyanto juga menyampaikan keberadaan koperasi di tengah-tengah masyarakat harus dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dan tentunya juga menyejahterakan masyarakat sekitarnya. 

“Di Kabupaten Nganjuk tidak boleh ada koperasi-koperasi ‘nakal’ yang menyengsarakan masyarakat dan anggotanya. Karena saat ini marak sekali oknum perorangan tanpa perijinan yang jelas dan mengatasnamakan koperasi, memberikan pinjaman kepada masyarakat,” ujar Cuk Widiyanto kepada PING. 

“Selama tiga hari, dengan ketentuan setiap harinya ada 30 peserta, kita berikan materi pembinaan mengenai aturan-aturan tentang rancangan undang-undang perkoperasian yang saat ini masih dalam proses pengesahan Pemerintah Pusat,” tambahnya. 

Baca Juga : Ribuan Masyarakat Nganjuk Ikuti Semarak Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 76

“Harapannya nanti setelah aturannya disahkan, seluruh pengelola koperasi yang kita berikan pembinaan ini paham dan mengerti aturan main perkoperasian. Aturan-aturannya harus lebih tertib, karena informasinya akan ada sanksi hukum tegas bagi koperasi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran,” imbuhnya. 

Untuk diketahui, acara pengawasan dan pembinaan Pengelola Koperasi tersebut juga dihadiri perwakilan Pusat Koperasi Unit Desa Jawa Timur sebagai narasumber. (AL/CS/KR)

0 Komentar