Tingkatkan Keuntungan Petani, Dinas Pertanian Nganjuk Sosialisasikan Penggunaan Pupuk Organik

Penggunaan pupuk kimia semakin berkurang, produksi semakin meningkat

Nganjuk, PING– Untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik di wilayah Kota Bayu, Pemkab Nganjuk melalui Dinas Pertanian Kab. Nganjuk terus mengadakan sosialisasi pembuatan pupuk berbahan dasar organik. 

Penggunaan pupuk organik terus diupayakan dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan, baik hewan maupun tumbuhan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Nganjuk, Muslim Harsoyo, saat menjadi narasumber di RSAL FM, Kamis (09/11/2023). 

Dalam laporannya, Muslim menyampaikan saat ini pupuk organik telah menjadi primadona di Nganjuk, salah satunya di Desa Patihan Kecamatan Loceret. Hal itu dikarenakan sektor pertanian di Kabupaten Nganjuk tergolong maju, sehingga masih menjadi prioritas pembangunan. 

“Sangat ditekankan oleh Bupati Nganjuk bahwa kita tidak hanya mengejar produksi atau produktivitasnya saja, tetapi lebih dari itu yaitu keuntungan yang didapatkan para petani,” tuturnya. 

Baca Juga : Gunakan Drone, Dispertan Basmi Hama Melalui APH

Dalam regulasi Permentan Nomor 10 Tahun 2022 tentang tata cara penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian, telah disebutkan tentang tata cara pembatasan, pengurangan dari alokasi pupuk, jenis komoditas tanaman yang mendapatkan pupuk bersubsidi. 

“Permintaan tersebut cukup berat bagi petani namun demikian tujuannya sangat bagus yaitu pengurangan penggunaan pupuk kimia. Karena tanah kita sudah sangat kaya sehingga baiknya menggunakan pupuk organik,” jelas Muslim. 

Pemkab Nganjuk melalui Dinas Pertanian telah melakukan gerakan tersebut secara berkelanjutan dengan cara memberikan sosialisasi juga bantuan berupa alat pengolah pupuk organik. “Ini merupakan suatu gerakan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia, setengah dosis dari kebiasaannya. Mengingat keuntungan bagi para petani itu penting sekali yaitu selain penggunaan pupuk kimia berkurang produksinya pun semakin meningkat,” tambahnya. 

Baca Juga : Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Cadangan Pangan 200 KPM Desa Kweden-Ngetos

Muslim Harsoyo juga mengatakan, gerakan tersebut terus-menerus dilaksanakan secara berkesinambungan. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) diseluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). 

“Yang lebih penting lagi, produk pertanian yang dihasilkan lebih sehat, ramah lingkungan dan berkualitas. Sehingga kami berharap dengan adanya penggunaan pupuk organik, kedepannya produk pertanian bisa dikembangkan menjadi pertanian organik dan nilainya lebih tinggi serta kualitasnya lebih baik,” imbuhnya sembari menyebut gerakan pengurangan penggunaan pupuk kimia didukung oleh kegiatan pertanian yang ramah lingkungan seperti pengendalian organisme secara terpadu. 

Sebagi informasi, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk saat ini sedang memproses Perda LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan). “Kami mohon untuk didukung khususnya bagi petani yang nanti lahannya dimasukkan dalam LP2B karena akan ada insentif dan nanti kedepan program-program prioritas pembangunan dari APBD, APBN dan pupuk bersubsidi kriterianya alokasi salah satu sudah masuk kedalam LP2B,” pungkas Muslim. (Cy/Alp)

0 Komentar