Tingkatkan Kesadaran Remaja, MUI Nganjuk Gelar Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak di Bawah Umur

Kegiatan ini bertujuan menyikapi keprihatinan angka pernikahan dini di Indonesia yang masih tinggi

Nganjuk, PING- Menyikapi keprihatinan terhadap angka pernikahan dini di Indonesia yang masih tinggi, MUI Kabupaten Nganjuk menggelar Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak di Bawah Umur yang diikuti oleh 250 peserta terdiri dari siswa siswi SMP dan MTs se-Kabupaten Nganjuk, Selasa (07/11/2023).

Acara yang dibuka oleh ketua panitia, Ali Yusron, tersebut turut didatangi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Nganjuk, para tamu undangan, serta narasumber.

Dalam sambutannya, Ali Yusron menyampaikan bahwa pernikahan dini bisa merugikan anak dan berbahaya bagi kesehatan, mengingat di usia sekolah cara anak berpikir masih belum dewasa. Ditambah lagi, menurut BKKBN usia ideal menikah bagi laki-laki 25 tahun dan perempuan 21 tahun.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari keempat narasumber. Narasumber pertama, yakni Dewan Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Myaskur. Pihaknya menjelaskan tentang hak dan kewajiban anak yang perlu diwujudkan terlebih dahulu sebelum memasuki jenjang pernikahan

Selanjutnya, Eko Budiono, selaku Ketua Pengadilan Agama Nganjuk yang membeberkan prosedur permintaan permohonan dispensasi menikah bagi calon pasutri yang masih di bawah umur.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa di Pengadilan Agama Nganjuk sendiri menerima banyak permohonan dispensasi menikah yang berujung dengan perceraian. Tak hanya itu, Eko juga menjelaskan berbagai risiko dari pernikahan dini berdasarkan apa yang pernah terjadi pada pasutri di bawah umur.

Baca Juga : Nganjuk Bersholawat Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf

Selanjutnya adalah pemaparan materi dari Kanit Perempuan dan Anak Polres Nganjuk, Hanum Ayu Danastri, pemaparan tersebut mengenai penanganan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Hanum berbagi cerita tentang kasus-kasus yang pernah dia tangani, saat ini kejadian persetubuhan, pemerkosaan, dan pelecehan seksual marak terjadi, bahkan meningkat di satu bulan terakhir. Di samping itu, dia juga memberi pesan pada peserta sosialisasi agar selalu berhati-hati dalam bergaul.

Narasumber terakhir adalah dr. Suyanto Cipto Atmojo. Suyanto menjelaskan pentingnya komunikasi orang tua dan anak agar anak tidak mengalami kebuntuan terhadap masalah yang sedang dihadapi serta perlunya keaktifan anak dalam kegiatan positif di sekolah untuk menghindari dampak negatif pergaulan.

0 Komentar