Tertib LKPM, Bupati Marhaen Berikan Penghargaan Pada Para Pelaku Usaha di Kota Bayu

Kang Marhaen: sebagai bentuk pengawasan investasi, Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) adalah wajib bagi perusahaan

Nganjuk, PING- Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyerahkan penghargaan tertib Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2022, Rabu (14/5/2023). Penghargaan LKPM, diberikan Bupati Marhaen pada PT. Panca Graha Pratama dan PT. Multi Farmindo Jaya atas laporan kegiatan penanaman modal perusahaan pada periode tahun 2022, di Ballroom Hotel Front One Nganjuk.

“Laporan investasi penanaman modal ini penting. Untuk mengetahui perkembangan investasi di Nganjuk per tahunnya. Sehingga akan tahu, untung atau rugi,” kata Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk saat menjadi pemateri pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk, (14/6).

Kang Marhaen mendorong para pelaku usaha (Perusahaan) untuk selalu aktif melaporkan LKPM-nya. LKPM adalah kewajiban bagi pelaku usaha, kata Kang Marhaen, maka setiap perusahaan harus selalu aktif melaporkan perkembangan kegiatan usahanya secara berkala setiap tahunnya.

“Untuk mewujudkan iklim ivestasi atau penanaman modal yang lebih kondusif bagi penanaman modal (Investor/perusahaan). Maka Pemerintah Daerah juga harus hadir, sehingga tahu perkembangan realisasi penanaman modal dan permasalahan yang dihadapi penanam modal. Nganjuk investasinya harus kondusif,” tandas Kang Marhaen.

Baca Juga: DPMPTSP Permudah Perizinan Berusaha dan Bangunan Gedung

Ditambahkan Kang Marhaen, penanaman modal/investasi penting bagi pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan daerah. Banyaknya perusahaan yang masuk ke Kabupaten Nganjuk, maka juga akan banyak penyerapan tenaga kerja lokal Nganjuk, ungkap Kang Marhaen, maka Pemda memberikan kemudahan-kemudahan perizinan. 

“Ini komitmen bersama yang terus kita bangun. Jangan haknya saja yang kita minta, tapi juga kewajiban yang harus kita beri,” bebernya menyebut kemudahan perizinan juga harus sesuai dengan mutu dan karakteristik dari perusahaan, imbau Kang Marhaen.

Baca Juga: Sosialisasi Pelayanan Perizinan Pendampingan Pelaksanaan OSS dengan Sistem Mobiling oleh DPMPTSP

Sementara itu, Purwo Bujono selaku Kepala DPMPTSP Kabuaten Nganjuk, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya pada para pelaku usaha yang telah tertib menyampaikan LKPM-nya. Tujuan dilaksanakannya kegiatan hari ini, ucap Purwo Bujono, dalam rangka mewujudkan percepatan dan peningkatan realisasi investasi di Kabupaten Nganjuk.

“Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara pemerintah dengan pelaku usaha. Sinkronisasi laporan penanaman modal antara pemerintah dan penanam modal. Bekerjasama satu sama lain dalam rangka suksesnya perusahaan-perusahaan di Kabupaten Nganjuk,” jelasnya.

Purwo Bujono minta perusahaan untuk aktif melaporkan LPKM, untuk mewujudkan iklim penanaman modal yang lebih kondusif. “DPMPTSP akan membantu jika ada kendala-kendala perusahaan,” tegasnya.

Sebagai informasi dalam kegiatan tersebut juga diberikan materi tentang sosialisasi implementasi pengawasan perizinan berusaha berbasis resiko/OSS RBA. Hadir sebagai pemateri DPMPTSP Provinsi Jawa Timur diikuti oleh para pelaku usaha (Perusahaan) di Kabupaten Nganjuk. (ZK/RL)

Baca Juga: Disnaker Imbau Semua Perusahaan di Kota Bayu Jamin Hak Para Pekerja
    

0 Komentar