Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Nganjuk di Masjid Al Mubarok, Berbek

Berlangsung Terbatas dengan Terapkan Protokol Kesehatan

NGANJUK, PING-Pemkab Nganjuk memperingati hari jadi dengan sederhana. Jumat (09/04/2021) malam berlangsung tasyakuran di Masjid Al Mubarok, Berbek. Pelaksanaan peringatan hari jadi kali ini berbeda, karena berlangsung di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai.

Tasyakuran dipimpin Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos, MM. Turut mendampingi Wakil Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA. Turut hadir dan mengikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk, camat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tokoh masyarakat.

Bupati Novi mengatakan dengan bertambahnya usia Kabupaten Nganjuk, ia mengajak seluruh elemen bersama-sama membangun Kota Bayu menjadi daerah yang maju dan bermartabat. “Dan penuh berkah Allah Subhanahu Wa Taala, serta menjadi daerah yang baldattun toyyibatun warrabur ghafur, gemah ripah lohjinawi,“ kata Mas Novi dengan diamini seluruh peserta yang hadir.

Usai rangkaian tasyakuran, acara dilanjutkan dengan memberi santunan anak yatim sejumlah 21 anak. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, sebagai ungkapan rasa syukur. Selanjutnya adalah nyekar atau berziarah di makam Bupati Nganjuk pertama, Raden Soesro Koesoemo atau lebih dikenal Kanjeng Jimat. Acara selanjutnya adalah kirab pusaka.

Perlu diketahui, prosesi kirab telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tujuannya mengenang sejarah, dan tidak meninggalkan budaya. Karena, boyongan merupakan tanda perpindahan ibu kota dari Kecamatan Berbek menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Perpindahan tersebut ditandai dengan diboyongnya dua pusaka. Yakni tombak Kyai Jurang Penatas dan payung Kyai Tunggul Wulung. Pada peringatan hari jadi kali ini, keduanya dikirab dengan dua kereta kuda berbeda. Tanpa diikuti kereta kuda lainnya seperti tahun-tahun sebelumnya. (Hs/Ys)

0 Komentar