Sumringah, 200 Warga Desa Selorejo Terima Sertifikat PTSL

Merupakan program kerjasama Pemkab Nganjuk, BPN Nganjuk, dan Pemerintah Desa Selorejo

Nganjuk, PING- Warga di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, duduk rapi di Aula Kantor Desa, Jumat (15/9/2023). Mereka duduk rapi menunggu antrian untuk menerima setifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Selorejo.

Seneng nopo mboten?,” tanya MC pembawa acara penyerahan sertifikat PTSL Desa Selorejo.

“Alhamdulillah seneng pak, sampun gadah sertifikat,” jawab serentak 200 warga penerima sertifikat PTSL, diiringi dengan senyum dan tepuk tangan.

Berlangsung di Balai Desa Selorejo, acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk, Haris Jatmiko, Perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk, Saelan.

Turut hadir Camat Bagor, Suwarno, Forkopimcam Kecamatan Bagor, Kepala Desa Selorejo, BPD Selorejo, dan masyarakat penerima sertifikat.

Mewakili Bupati Nganjuk, Kepala Disperindag, Haris Jatmiko, bersama BPN Nganjuk menyerahkan sebanyak 200 sertifikat tanah PTSL kepada warga di Desa Selorejo. Dalam sambutannya, Haris Jatmiko menyebut suksesnya program PTSL di Kabupaten Nganjuk adalah sinergitas dan kolaborasi bersama antar instansi pemerintah.

“Program PTSL ini dapat terlaksana berkat kerja kolaborasi Tri Juang. Pertama, Bupati dan Pemerintah Daerah Nganjuk. Kedua, dari BPN Nganjuk. Ketiga, Pemerintah Desa Selorejo yang bekerjasama untuk memperjuangkan hak masyarakat atas kepemilikan tanahnya melalui PTSL ini,” tutur Haris Jatmiko.

Dijelaskan Haris Jatmiko, program PTSL ini merupakan wujud dan upaya pemerintah daerah dalam menyejahterakan masyarakatnya. "Sertifikat cukup penting bagi para pemilik tanah untuk menghindari sengketa serta perselisihan tanah, pengakuan hak milik bidang tanah dan penambah modal usaha usaha masyarakat, karena bernilai ekonomis," tandas Haris.

“Melalui legalitas atas kepemilikan tanah ini. Bapak-ibu yang sudah menerima sertifikat, tolong dijaga betul, disimpan dengan baik, jangan sampai disalah gunakan,” pesan Haris kepada warga Selorejo.

Sementara itu, Saelan, perwakilan dari BPN Nganjuk mengucapkan selamat kepada para penerima sertifikat tanah program PTSL. Pria berkumis itu berharap, sertifikat yang diserahkan bisa bermanfaat sebagai legalitas kepemilikan tanah.

"Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian hukum yuridis atas kepemilikan tanah, menunjukkan batas-batas tanah dan riwayat kepemilikannya," kata Saelan.

“Tolong dijaga dengan baik,” tandasnya.

Saelan menyampaikan, total ada sebanyak 730 sertifikat yang diajukan oleh panitia PTSL di Desa Selorejo. “Dari 730 sertifikat tanah yang diajukan, hari ini kita bagikan tahap awal sejumlah 200 sertifikat tanah,” bebernya.

Sisanya, Saelan menyebutkan akan dibagikan digelombang berikutnya. “Sudah jadi semua tinggal ngatur jadwalnya (pembagiannya),” imbuhnya.

Terakhir, Saelan juga mewanti-wanti warga di Desa Selorejo untuk tidak melanggar batas wilayah tanah sesuai kepemilikannya. Ada dan sudah tertuang di lembar sertifikat. “Jangan sampai memindah patok tanah yang sudah dipasang dan disepakati bersama. Sesuai persetujuan tapal batas di berita acara,” imbau Saelan.

“Apa yang sudah disepakati jangan sampai dilanggar karena bisa masuk unsur pidana,” tegas Saelan kepada warga penerima sertifikat. (ZK/RL)

0 Komentar