Sukses Mbangun Desa, Pemkab Nganjuk Apresiasi 55 Desa Berprestasi

Atas Pengelolaan Tata Keuangan Desa Yang Akuntable, Transparan dan Sehat

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Inspektorat Daerah menggelar malam penganugerahan Tata Kelola Keuangan Desa yang diberikan kepada 55 Desa yang dinilai berprestasi dalam tata kelola keuangan desa.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mendorong Pemerintah Desa dalam melakukuan pengelolaan tata keuangan desa yang akuntable, transparan dan sehat.

Demikian disampaikan Inspektur Daerah Kabupaten Nganjuk, Mokhamad Yasin saat membuka puncak penganugrahan Tata Kelola Keuangan Desa tahun 2023 di Gedung Wanita Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/11/2023) malam.

Baca juga: Dukung Pembangunan Desa, Inspektorat Nganjuk Berikan Anugerah Melalui Tata Kelola Keuangan Desa

Malam penganugerahan WTP Desa, dihadiri langsung oleh Pj.Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna. Penjabat bupati menyerahkan langsung piagam penghargaan beserta piala kepada 55 desa terbaik pengelolaan keuangan desa.

Inspektur Daerah, Mokhamad Yasin, dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara untuk mendukung visi-misi bupati dalam mewujudkan program mbangun deso noto kutho.

Selain itu, kata Mokhmad Yasin, kegiatan ini juga sebagai upaya pemerintah dalam menilai tata kelola keuangan desa yang sesuai dengan aturan atau ketentuan. “Karena ini juga untuk memberikan motivasi desa agar memiliki kepatuhan dalam mengelola tata kelola keuangan desa. Pengelolaan tata keuangan desa yang akuntable, transparan dan sehat“ jelasnya.

Disampaikan Yasin, pada penganugrahan tahun 2023 ini mengalami kenaikan prestasi. Dari tahun sebelumnya pada tahun 2022 9 desa kategori madya, 16 desa kategori pratama. "Sementara tahun ini 2023. Ada 7 desa nindiya, 26 madya, dan 22 pratama," bebernya sembari menyebut masuk kategori baru yakni tingkat nindya.

Lebih lanjut M. Yasin mengatakan proses penilain tata kelola keuangan desa ini dilaksanakan oleh pemeriksa Audit dan P2 UPD Inpektorat Daerah secara obtyektif dan profesiaonal.

Penilaian dilaksanakan saat APIP audit ketaatan dan monitoring tata kelola keuangan desa, mulai bulan Februari sampai dengan Maret 2023. “Adapun indikator penilaiannya, yakni adalah tahap perencanaan 30 persen, tahap pelaksanaan 33 persen, tahap penata usahaan 12 persen tahap pelaporan 7 persen dan tahap pertanggung jawaban 18 persen,“ tambahnya.

"Juga ada penambahan nilai terkait pengelolaan BUMDES dan kepatuhan pembayaran PBB," imbuh M. Yasin, menyebut WTP Desa menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan setiap tahunnya, yang tahun 2023 ini menginjak pada tahun ke 5.

Apresiasi disampaikan oleh Pj.Bupati Nganjuk, Sri Handoko kepada Inspektur Daerah yang telah menyelenggarakan WTP Desa. Pun juga dengan seluruh aparatur desa yang sukses mengelola keuangan desanya dengan sangat baik.

“Ini adalah bentuk apresiasi Pemerintah Daerah atas keberhasilan tata kelola keuangan Desa,“ ucap Sri Handoko yang akrab disapa Mas Bupati itu.

Baca juga: Sukses, Ramadhita Putra Purnomo Raih Juara 2 Pemuda Pelopor Tingkat Nasional

Dijelaskan Mas Bupati, tata kelola keuangan desa yang baik merupakan kunci sukses dalam proses pembangunan suatu desa. Mulai dari proses perencanaan hingga pengelolaan anggaran keuangan desa sampai pertanggungjawabannya.

"Bagaimana desa memiliki Kesadaran dalam mengelola dana desa, sehingga dana tersebut memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakatnya," tutur Mas Bupati.

Ada empat kunci sukses dalam mengelola keuangan atau dana desa menurut Sri Handoko, kunci sukses pertama adalah trnsparansi dan akuntabilitas, kedua komitmen dan peran serta masyarakat. 

"Yang ketiga, tentang kepemimpinan atau leadership. Dan yang keempat yakni, keputusan atas aspek fokus pembangunan melalui dana-dana desa. Itu semua dapat terwujud dari pribadi yang namanya integritas," tukasnya.

Oleh karena itu, saya bersyukur Nganjuk memiliki event yang sangat bagus tentang bagaimana mengelola dana desa untuk bermanfaat bagi masyarakatnya. Selamat dan sukses bagi desa penerima penghargaan dan prestasi. Semoga ini semua dapat memotivasi dan menginspirasi kita semua, pungkas Sri Handoko Taruna. 

Pada kesempatan ini, juga diserahkan langsung Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi desa penemuan WTP ditahun sebelumnya di 2022. Madya 9 desa kategori madya menerima BKK 125 juta setiap desa, dan 16 desa kategori pratama menerima BKK 100 juta. Turut hadir pada malam puncak penganugerahan WTP Desa, Staf Ahli Bupati, Tenaga Ahli Bupati, Wakil Ketua DPRD Nganjuk beserta anggota, kepala OPD, para Camat, pimpinan BUMD, kepala Bank Jatim Nganjuk, dan juga 55 desa penerima penganugerahan.

(ZK/BAY/YS)

0 Komentar