Sosialisasikan Permentan No 10 2022, Dispertan Nganjuk Harap Pupuk Subsidi Tepat Guna-Tepat Sasaran

Sesuai peruntukan dan sesuai harga eceran tertingggi (HET) pupuk subsidi

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk terus aktif menyosialisasikan pengelolaan pupuk subsidi kepada para Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupatan Nganjuk sesuai Permentan Nomor 10 Tahun 2022.

“Sosialisasi ini perlu kita laksanakan karena banyak permasalahan dan juga potensi yang timbul setelah ditetapkannya Permentan Nomor 10 tahun 2022 tentang tata cara alokasi dan penetapan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Nganjuk, Muslim Harsoyo saat menyampaikan sosialisasi pengelolaan pupuk bersubsidi di Aula Balai Desa Banaran, Kecamatan Pace, Selasa (11/7/2023).

Dengan adanya sosialisasi tersebut, Muslim berharap para Gapoktan, distributor, dan kios-kios pupuk dapat mengikuti dan memahami dengan baik tentang alokasi penyaluran dan penggunaan pupuk subsidi pemerintah.

Baca Juga: Urai Permasalahan Pupuk Bersubsidi, Disperta Edukasi Gapoktan, Distributor dan Kios Pupuk

Dalam arahnnya, Muslim Harsoyo menjelaskan pasca ditetapkannya Permentan 10/2022 terdapat beberapa perubahan kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi yang perlu diperhatikan besama.

Peruntukan dan Jenis Pupuk Subsidi

Kini Penyaluran pupuk bersubsidi, kata Muslim Harsoyo, diperuntukkan terbatas pada 9 komoditas pertanian.

“Untuk subsektor tanaman pangan; yakni tanaman padi, jagung dan kedelai. Kemudian untuk pertanian hortikultura; tanaman cabai, bawang merah dan bawang putih. Selanjutnya untuk tanaman perkebunan; yakni untuk tanaman tebu rakyat, kakao dan kopi,” bebernya.

Selain komoditas tersebut, tandas Muslim Harsoyo, tidak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. Selanjunya di dalam Prementan 10/2022 tersebut, kata Muslim juga mengatur tentang jenis pupuk subsdidi yang disalurkan oleh Pemerintah pada petani. “Hanya 2 (dua) jenis. Yaitu pupuk urea dan NPK (kalium),” tandasnya.

Kebutuhan Pupuk Subsidi

Untuk itu, guna mencukupi kebutuhan petani akan pupuk, Muslim Harsoyo mengajak masyarakat petani untuk dapat memakai pupuk organik atau pupuk cair organik. Selain untuk mencukupi kebutuhan pemakaian pupuk anorganik atau pupuk buatan, ungkap Muslim juga dapat menjaga struktur dan kesuburan tanah.

“Kebijakan ini (Permentan 10/2022) salah satunya untuk mengarahkan penggunaan pupuk organik. Karena kondisi tanah kita sekian tahun dipupuk dengan pupuk kimia akan berkurang kesuburannya,” terangnya menyebut pihaknya terus berupaya menggalakkan pemakaian pupuk organik bagi petani Nganjuk, 40 sampai 50 persen.

Meski demikian, ungkap Muslim, untuk memenuhi kebutuhan petani, saat ini pihaknya juga sedang berusaha mengajukan permintaan penambahan alokasi pupuk subsisi bagi petani Kota Bayu. Sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), dan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Perjuangkan Kaum Alit, Kang Marhaen Dorong Petani di Kota Angin Tingkatkan Produktivitasnya

“Tahun ini Raperda LP2B berkelanjutan sekitar 32.470 hektar. Khusus untuk lahan pertanian dan tidak boleh dialih fungsikan. Pupuk urea dari kebutuhan kita dipenuhi 92 persen dari pengajuan kita 32.000 ton. Sementara untuk NPK kita, hanya dipenuhi 45 persen, kita ajukan penambahan,” tambahnya.

Pertanian Maju Petani Sejahtera

Semantara itu, Camat Pace, Ida Sobihatin, juga turut hadir sosilisasi, menyambut baik adanya sosialisasi penggunakan pupuk subsidi bagi petani di wilayahnya. Menurutnya, pupuk menjadi kebutuhan pokok bagi tanaman para petani di Kabupaten Nganjuk.

“Tolong ikuti kegiatan ini dengan baik sampai selesai. Informasi-informasi pengelolaan pupuk subsidi seperti apa? Semuanya akan dijelaskan. Semoga kedepan, tidak ada kesulitan-kesulitan. Petani tetap bisa tangguh, bisa menghasilkan prosuksi yang baik. Pertanian maju, petani pun sejahtera,” kata Camat Ida kepada 150 peserta yang hadir.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut, Camat Tanjunganom, Forpimcam Pace dan Tanjunganom, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Hadir juga kades se-Kecamatan Pace dan Tanjunganom, distributor pupuk dan kios-kios se-Kecamatan Pace dan Tanjunganom, serta ketua kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani se Kecamatan Pace dan Tanjunganom. Sementara hadir sebagai narasumber Perwakilan Polres Nganjuk dan Kejaksaan Nganjuk. (ZK/RL)

0 Komentar