Sinergi Pemkab Nganjuk Gelar Rakor Tata Kelola Data dan Program Penanggulangan Kemiskinan

Pengenalan aplikasi SIDA BERKAT, target bulan Desember sudah bisa digunakan

Nganjuk, PING- Dalam rangka upaya menanggulangi kemiskinan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk, menggelar Rapat Pembahasan Tata Kelola Data dan Pelaporan Program Penanggulangan Kemiskinan, bertempat di Ruang Rapat Planning Center, Kamis (26/10/2023).

Acara dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Sosial PPPA, Sekretaris Dinas PMD, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika beserta jajaran, pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nganjuk, Darmantono, dalam paparannya menyampaikan, berkaitan dengan data penerima bantuan sosial pemerintah bahwa Dinsos PPPA telah melakukan verval data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) setiap bulan, namun perlu diberikan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala. "Walaupun setiap bulan kita sudah lakukan verval, namun alangkah baiknya juga dilakukan monev verval minimal 3 bulan sekali. Jadi, apakah setiap desa sudah melakukan verval setiap bulan pemutakhiran data DTKS atau belum," ujarnya.

Darmantono juga mengulas mengenai mekanisme penerbitan SKM/SKTM (Surat Keterangan Miskin/Surat Keterangan Tidak Mampu). Bagi yang sudah masuk DTKS  sudah bisa diterbitkan surat tersebut. Namun, bagi yang belum masuk DTKS, dari pihak desa melalui operator desa harus memasukkan dulu ke DTKS. 

Lebih lanjut lagi, Darmantono juga mengusulkan kepada Dinas PMD, untuk menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) untuk membahas tentang daftar penerima bansos, sebelum masuk DTKS dan aplikasi Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG).”Dengan harapan kolaborasi antar pihak terkait ini akan dapat diperoleh data yang valid,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki, memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Pemberdayaan Masyarakat/ SIDA BERKAT yang merupakan gagasan Dinas Kominfo Nganjuk.

Dijelaskan Slambas sapaan akrabnya, aplikasi SIDA BERKAT merupakan aplikasi untuk manajemen program pemberdayaan masyarakat antara lain penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, dan pemberdayaan lainnya memuat fungsi utama : 1) identifikasi program, 2) laporan realisasi program, 3) layanan pemberdayaan, 4) informasi program.

Aplikasi tersebut digunakan oleh pemerintah daerah dan pemerintah desa, di dalamnya menindaklanjuti program reformasi birokrasi tematik digitalisasi kemiskinan dan stunting.

"Secara garis besar dalam SIDA BERKAT memuat : 1) data (validitas data, data terakses, analisis), 2) program (program yang tepat, dan nyawiji), 3) pelaksanaan program, 4) laporan (OPD dan desa melaporkan realisasi program), 5) monev program (TKPK Kabupaten melakukan monev evaluasi program), 6) pertanggungjawaban, 7) penghargaan. Kemudian pengampu dan koordinator ada TKPK Kabupaten, TKPK Kecamatan, TKPK Desa/Kelurahan. Kemudian memuat isu strategis yang terkait kemiskinan Reformasi Birokrasi (RB) Kemiskinan, SAKIP, LKPJ PJ Bupati," terangnya.

Slambas menargetkan pada 31 Desember 2023, TKPK (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) kabupaten, sudah dapat memasukkan daftar program OPD yang sinergi dengan program desa tahun 2024 di aplikasi SIDA BERKAT tersebut.(Yos/Nr)

0 Komentar