Sebanyak 1.169 Petani Tembakau Nganjuk Dapatkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Melalui DBHCHT

Program tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Nganjuk terhadap para petani tembakau dalam rangka jaminan perlindungan hukum serta untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Nganjuk menggelar Sosialisasi Pemberian Bantuan Iuran serta Penyerahan Simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan Bagi 1.169 Petani Tembakau, di Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo, Selasa (28/11/2023).

Dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, berkesempatan melaunching pemberian bantuan iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani tembakau melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023.

Turut hadir menyaksikan acara diantaranya yakni, Asisten Pemkab Nganjuk, Kadis Pertanian Kabupaten Nganjuk, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kediri dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Nganjuk.

Sekda Nur Solekan dalam sambutannya mengatakan, program tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Nganjuk terhadap para petani tembakau dalam rangka jaminan perlindungan hukum serta untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

Kedepannya, Pemkab Nganjuk berkomitmen untuk memberikan perlindungan hukum tidak hanya pada para petani tambakau, namun juga para guru mengaji.

"Program ini sebagai bentuk perhatian Pemkab Nganjuk kepada petani tembakau sebagai payung perlindungan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem. Selanjutnya Pemkab Nganjuk untuk tahun depan turut memberikan perlindungan, tidak hanya bagi petani tembakau, tetapi juga untuk guru mengaji," tutur Sekda  Nganjuk.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mengupayakan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para petani tembakau. 

"Kegiatan launching kali ini untuk menyerahkan 1.169 kartu BPJS untuk petani tembakau, yang mana diantaranya untuk wilayah Gondang, Jatikalen, Ngluyu, dan Lengkong. Ini bukti nyata negara hadir untuk melindungi setiap pekerja untuk dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pekerja dan keluarganya, serta mencegah potensi kemiskinan baru," ungkap Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Nur Solekan dan Hadi Purnomo juga menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada 4 perwakilan petani di Kabupaten Nganjuk dan menyerahkan secara simbolis manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris sebanyak 3 peserta yang belum lama meninggal karena sakit. Masing-masing ahli waris menerima santunan kematian sebesar 42 juta rupiah dari BPJS Ketenagakerjaan.(Cs/Yos)

0 Komentar