Satpol PP Ajak Tiga Pilar Wujudkan Zona Hijau Covid-19

Dalam Rakor Kesiapsiagaan Satlinmas dan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pamswakarsa

Penanganan COVID-19 melibatkan seluruh komponen. Tak terkecuali Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk. OPD garda depan ketentraman dan ketertiban umum itu membawahi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang tersebar di 284 Desa dan Kelurahan di Nganjuk. Satlinmas dan 3 Pilar diandalkan untuk mencegah penularan COVID-19.

Kepala Desa dan Lurah adalah Komandan Satlinmas Desa/ Kelurahan. Keduanya diharapkan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai 3 Pilar mengggerakkan Satlinmas menjadi ujung tombak pencegahan COVID-19 di RT. 

"Peran tiga pilar sangatlah penting untuk keberhasilan pencegahan dan memutus mata rantai COVID-19. Kepala desa atau lurah diharapkan juga memberdayakan dan mengoptimalkan Satlinmas yang ada di wilayahnya untuk bersinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar zona kuning bisa dipertahankan guna menuju zona hijau," terang Devid Nurachman, SH, Kasi Linmas Satpol PP.

Jika koordinasi dan peran tersebut berjalan maksimal, Devid mengatakan, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat Nganjuk bahkan Jawa Timur akan berstatus zona hijau. Sehingga kondisi sosial dan ekonomi Nganjuk menjadi normal.

"Semoga Jawa Timur khususnya Kabupaten Nganjuk dapat segera menjadi zona hijau, agar semuanya aman", harapnya.

Penjelasan Devid terkait rapat koordinasi (rakor) Kesiapsiagaan Satuan Linmas (Satlinmas) dan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pamswakarsa (Community Policing) untuk Mewujudkan Jatim Zona Hijau yang diselenggarakan oleh Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Turut hadir dari Nganjuk, Sujito, SH.M.Si selaku Kabid Penegakan Perundang-undangan dan Alfan Sukri Witanto, SE selaku Kabid Linmas.

(Perwakilan dari Satpol PP Kabupaten Nganjuk. Dari kiri, Devid Nurachman, SH selaku Kasi Linmas, Alfan Sukri Witanto, SE selaku Kabid Linmas dan Sujito, SH.M.Si selaku Kabid Penegakan Perundang-undangan)

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur Budi Santosa menuturkan, bahwa ada empat hal yang perlu mendapat perhatian bersama. Pertama adalah pemberdayaan Satlinmas dilaksanakan untuk meningkatkan peran dan eksistensinya dalam pelaksanaan tugas.

Kedua, Satpol PP dan Satlinmas senantiasa pro aktif melakukan pendataan warga maupun tamu yang baru datang dari luar daerah terutama yang berstatus zona merah penyebaran Covid-19.

Ketiga, senantiasa membangun koordinasi, komunikasi dan sinergi dengan instansi terkait, dan menjaga agar masyarakat patuh terhadap anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan.

Keempat, meningkatkan citra dan disiplin serta perkokoh jiwa korsa yang baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

(Peserta Rakor. Kabid Linmas se Provinsi Jawa Timur dan sebagian Kasi Linmas se Provinsi Jawa Timur)

Sebagai tindak lanjut atas arahan tersebut, dan untuk mewujudkan Jawa Timur Zona Hijau, di Kabupaten Nganjuk telah dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Dan juga telah dibentuk posko di tingkat desa maupun kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk, disertai pula dengan pemasangan bendera di lingkup RT dan RW sesuai dengan status zona masing-masing.

Rakor berlangsung di Gedung Maharani Bakorwil II Jalan Pahlawan No. 5 Kabupaten Bojonegoro mulai pukul 08.30 hingga pukul 13.00 WIB pada Selasa (9/3/2021). Hadir dalam rakor tersebut Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Kepala Bidang Linmas Satpol PP Provinsi Jawa Timur, dengan narasumber Letkol Inf. Adiarso, A. Md Kodam V Brawijaya, AKBP Totok Sumariyanto Polda Jatim dan Drs. Madin M.Si Dinas PMD Provinsi Jawa Timur. Serta Kasat Pol PP se Provinsi Jawa Timur, Kabid Linmas se Provinsi Jawa Timur dan sebagian Kasi Linmas se Provinsi Jawa Timur sebagai audiens.(yos)

Baca Juga

0 Komentar