Pondasi Ibu Lima Pilar dan Gebres Jadi Inovasi PKM Nganjuk Atasi AKI, AKB dan TBC

Menuju Kesadaran dan Kemauan Masyarakat Berpola Hidup Sehat

Nganjuk, PING- Untuk menekan dan mengurangi angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) serta angka kesakitan tuberkulosis (TBC), Puskesmas (PKM) Nganjuk menggagas sebuah inovasi bernama Pondasi Ibu Lima Pilar dan gerakan berantas tuberkulosis (Gebres).

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Nganjuk, dr Rio Kasino di sela-sela acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2023 bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Ketua Dharma Wanita Persatuan Nganjuk, Kepala OPD terkait dan jajaran Forpimcam Nganjuk di Taman Pandan Wilis Nganjuk, Selasa (07/11/2023).

"Oleh karena itu, hari ini kita launching inovasi Pondasi Ibu Lima Pilar dan Gebres sebagai upaya pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta angka kesakitan terkait TBC di wilayah Kecamatan Nganjuk," ujarnya.

Melalui inovasi Pondasi Ibu Lima Pilar tersebut, dr Rio Kasino mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran dan kemauan bersama dalam menekan angka kematian ibu dan anak (bayi).

"Hal tersebut juga merupakan program kesehatan nasional yang harus kita penuhi. Oleh karena itu, kita launching inovasi ini bersamaan Hari Kesehatan Nasional tahun 2023 untuk menjadi komitmen kita bersama," ungkapnya.

Baca Juga : Meriahkan HKN ke-59, Sekda Nur Solekan Resmikan Inovasi Pondasi Ibu Lima Pilar dan Gebres

Sementara itu terkait inovasi Gebres, dr Rio Kasino menyebutkan, program tersebut diinisiasi sebagai bentuk perhatian khusus dalam menangani angka kesakitan TBC di wilayah Kecamatan Nganjuk. Karena di Kecamatan Nganjuk sendiri, angka prevelensi kesakitan TBC masih tinggi.

"Makanya kita bekerjasama dengan lintas masyarakat atau kader ini untuk meningkatkan indeks angka kompak (IKA) sebagai pendeteksi dini orang yang dicurigai terpapar TBC yang kemudian kita berikan pendampingan pengobatan sampai dinyatakan benar-benar sembuh. Artinya, kita tidak fokus pada pengobatan pasiennya saja tetapi kita juga mengawasi petugas terkait penerapan SOP pengobatannya," jelasnya.

Untuk itu, lanjut dr Rio Kasino, berharap melalui program inovasi ini masyarakat akan mendapatkan gizi yang seimbang dan status kesehatannya bisa diperhatikan secara baik.

Baca Juga : Cegah Stunting, Dinkes Nganjuk Gencar Sosialisasikan Pentingnya Nutrisi Pada Makanan

"Karena perlu diketahui bersama, pada tahun 2022 lalu di Kecamatan Nganjuk kasus angka kematian ibu ada 3 kemudian untuk balita ada 11. Pada tahun 2023 ini, alhamdulillah angka kematian ibu 0 dan angka kematian balita ada 3. Semoga dengan adanya inovasi ini tidak ada lagi kenaikan angka kematian maupun kesakitan tersebut," pungkasnya.(Hs/Rl/Ys)

0 Komentar