Pj Bupati Nganjuk Tekankan ASN Ubah Cara Kerja dalam Mencapai Tata Kelola Pemerintahan Optimal

Melalui aplikasi DUBB mempermudah dalam proses pengawasan kinerja OPD

Nganjuk, PING-  Dalam mengefektifkan kinerja  penyerapan anggaran, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Pelatihan Aplikasi Desk Umpan Balik Berkelanjutan (DUBB) secara luring di unit kerja masing-masing OPD dan secara daring di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Rabu (8/11/2023).

Hadir secara luring Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Kepala Dinas Kominfo beserta jajaran, peserta dari OPD.

Pada kesempatan yang sama, Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, menyimak secara daring dari ruang kerjanya mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh seluruh OPD selama ini dalam proses kinerjanya. Namun, tentu masih diperlukan pertanggungjawaban, monitoring dan evaluasi lebih baik lagi.

Baca Juga : Pemkab Nganjuk Bersama KPK Gelar Rakor Monitoring Center for Prevention (MCP)

"Terima kasih seluruh tim yang telah bekerja sama mewujudkan aplikasi DUBB ini (Desk Umpan Balik Berkelanjutan). Sebagaimana kita tahu bahwa kita tiap OPD diwajibkan mempertanggungjawabkan kinerja kita. Yang masih sulit adalah bagaimana memonitoring dan mengevaluasi, apalagi kita di kejar-kejar oleh SPBE yang semua berbasis elektronik," tutur Pj Sri Handoko.

Secara tegas, Sri Handoko menginginkan para ASN untuk mengubah cara bekerja, mengubah cara berpikir dalam mengefektifkan dan menyinergikan tata kelola pemerintahan yang bagus. "Kita dihadapkan dengan era digitalisasi, termasuk DUBB sebagaimana diinstruksikan oleh Menpan RB untuk membuat aplikasi dalam mempermudah kinerja kita. Maka dengan ini, saya harapkan ada perubahan mindset, perubahan tata kelola pemerintahan bersinergi memanfaatkan monitoring ini. Jangan sampai kehilangan fokus, artinya harus mampu mengendalikan hal penting yang dikendalikan pimpinan sejauh mana capaiannya. Mana yang sudah bergerak mana yang belum, sehingga geraknya sangat terukur," tandasnya.

Dia berharap dengan adanya aplikasi tersebut dapat mengoptimalkan pengawasan ke seluruh OPD, sehingga apa yang menghambat dapat segera terindentifikasi dan diselesaikan. "Oleh karenanya dengan aplikasi ini bisa menjadi optimal dalam pengawasan seluruh kepala OPD kepada perangkat di internalnya. Saya juga ingin memonitor langsung bagaimana bersinerrgi menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi sehingga setiap prosesnya berjalan sesuai rencana," harapnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo, Slamet Basuki meluruskan bahwa kegiatan tersebut  bukan soal aplikasinya tapi merubah cara bekerja kita seperti yang disampaikan oleh Pj Bupati Nganjuk. "Maksud dari kegiatan ini yang paling pokok adalah sedini mungkin kekurangan ketidaktercapaian dan kinerja bisa segera dideteksi, siapa yang berperan didalamnya yaitu pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional," terangnya.

Baca Juga : Pj. Bupati Nganjuk Sampaikan Raperda APBD dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024

Manfaat dari aplikasi DUBB tersebut yaitu kasubag program evaluasi termudahkan diantaranya LPPD, LKPD, LKPJ, LKJIP, laporan realisasi SPM dan lainnya. "Jadi sudah dicicil per bulannya. Hal yang masih kurang diperbaiki lalu kemudian dikompilasi untuk menjadi tahunan. Kemudian Kepatuhan Pemkab Nganjuk terhadap SAKIP, MCP KPK, internal bupati menjadi input pengambilan kebijakan," imbuhnya.

Kegiatan bimtek tersebut tidak berhenti sampai disitu. Namun, Slambas, sapaan akrabnya bersama tim Dinas Kominfo telah menyiapkan buku panduan dan juga video tutorial terkait cara mengisi aplikasi tersebut. "Kita fasilitasi melalui pdf dan video tutorialnya, dan melanjutkan diskusi kita ke grub WA mana sub kegiatan yang belum mencapai kinerja. Ketika sudah terdeteksi maka rumuskan langkah dan kinerja. ini tidak berhenti disini kita terapkan di 2023 dan seterusnya kita lakukan evaluasi," urainya.

Lebih lanjut, Slambas menyampaikan fokus di tahun 2023 ada 3 topik utama. Diantaranya, proses PBJ (progresnya), realisasi anggaran, realisasi kinerja perencanaan anggaran (keluaran sub kegiatan). "Selanjutnya, di tahun 2024, kita tambah realisasi SKP ASN wajib dilakukan evaluasi secara berkala bulanan dan tahunan. Yang kelima yaitu data, maka di aplikasi itu ada kolom isian meta data. Keenam, yaitu progres menajamen risiko. Manajemen risiko karena sangat berkaitan dengan kinerja. apa yang menghambat diidentifikasi kemudian lakukan mitigasi, dan progres dilaporkan," tutupnya.(Yos/Zk/Cs)

Baca Juga : Pastikan Keselamatan LLAJ, Dishub Nganjuk Adakan Audit Inspeksi Muatan Kendaraan

0 Komentar