Perjuangkan Kaum Alit, Kang Marhaen Dorong Petani di Kota Angin Tingkatkan Produktivitasnya

Dengan Transisi Penggunaan Pupuk Bersubsidi ke Pupuk Organik

Nganjuk, PING- Atasi  keterbatasan kuota pupuk bersubsidi di Kota Angin, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama pihak terkait bidang pertanian duduk bersama mencari solusi.

Hal itu dilakukan Bupati Nganjuk yang dikenal dekat dengan wong cilik dalam membuka acara 'Sosialisasi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi Tahun 2023 Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk', Senin (10/7/2023) di Balai Desa Mojokendil, Kecamatan Ngronggot.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menuturkan, jika berbicara tentang pertanian memang identik dengan permasalahan. Yakni, terkait alokasi pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan untuk pertanian.

Baca Juga : Urai Permasalahan Pupuk Bersubsidi, Disperta Edukasi Gapoktan, Distributor dan Kios Pupuk

"Makanya, untuk kebutuhan pupuk bersubsidi, kita akan minta tambahan kuota. Karena kuota harus bisa mencukupi sektor pertanian di Nganjuk," tutur Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.

Tidak hanya itu, Kang Marhaen juga mendorong para kelompok tani untuk berinovasi membuat pupuk cair maupun padat yang dikelola dalam bentuk koperasi. Sehingga petani tidak hanya menjadi konsumen tapi juga bisa menjadi produsen.

“Silakan bikin pupuk cair atau pupuk padat, dibangun dengan bentuk koperasi. Nanti petani beli ke koperasi. Petani saat ini jangan jadi konsumen, semua harus jadi produsen,” tandasnya.

Baca Juga : Sukseskan Sensus Pertanian 2023, Masyarakat Diharapkan Bisa Memberikan Data yang Riil

Lebih lanjut, Kang Marhaen berharap kedepan petani di Kabupaten Nganjuk mampu menghasilkan beras sehat yang dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Nganjuk. Dengan biaya operasional yang sedikit namun mampu menghasilkan untung melimpah.

"Saya pengen petani Nganjuk mampu menghasilkan beras sehat asli hasil petani Nganjuk. Yang penting tadi biaya operasionalnya sedikit, tapi untungnya banyak. Ayo sejahtera bersama-sama," pungkas Bupati asli Nganjuk itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Muslim Harsoyo, mengatakan, pihaknya terus menggenjot sosialisasi pengolahan pupuk organik sebagai solusi keterbatasan pupuk bersubsidi di Kota Angin.

Baca Juga : Ajak Ciptakan Inovasi Baru, Kang Marhaen Sosialisasikan Pengelolaan Pupuk Bersubsidi

Apalagi, pupuk organik terbukti mampu meningkatkan hasil panen 10 hingga 11 ton per hektar.

Muslim menambahkan, dengan diadakannya sosialisasi pengelolaan pupuk bersubsidi tersebut, pihaknya berharap para Gapoktan, distributor, kios-kios dapat mengikuti dan memahami dengan baik.

"Semoga dengan pertemuan ini bisa mengurai permasalahan yang ada dan juga pihak terkait Gapoktan, distributor, kios-kios dapatnya mengikuti dengan sungguh-sungguh agar paham betul pengelolaan pupuk bersubsidi," harap Muslim, sembari menyebut sosialisasi serupa juga akan dilaksanakan bergelombang di sejumlah kecamatan hingga 20 Juli.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut, Perwakilan Polres Nganjuk, Kejaksaan Nganjuk, Forpimcam Ngronggot dan Prambon, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), kades se Kecamatan Ngronggot dan Prambon, distributor pupuk dan kios-kios se Kecamatan Ngronggot dan Prambon, serta ketua kelompok tani Kecamatan Ngronggot dan Prambon. (Hs/Ys)

0 Komentar