Perizinan Drone Semakin Mudah Melalui Aplikasi Website SIDOPI

Daftarkan perangkat drone atau pilot drone untuk mendapatkan lisensi resmi pemerintah

Nganjuk, PING – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) telah meluncurkan aplikasi website untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus perizinan menerbangkan pesawat udara tanpa awak atau drone.

Aplikasi tersebut bernama Sistem Registrasi Drone dan Pilot Drone Indonesia (SIDOPI). Ditujukan untuk mendaftarkan drone yang memiliki berat 250 gram hingga 25 kilogram. Juga untuk mendaftarkan pilot yang menerbangkannya guna mendapatkan lisensi resmi dari Pemerintah.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Nur Isnin Istiartono menyampaikan aplikasi tersebut diluncurkan karena populasi drone di Indonesia sangat besar. Menurut catatan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), jumlah drone yang beroperasi di Tanah Air berkisar di angka 15.000 unit.

Tanpa mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, melalui SIDOPI diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses birokrasi terkait perizinan dan registrasi drone beserta pilot yang menerbangkannya.

"Dengan aplikasi ini, persetujuan pengoperasian drone dapat diberikan secara terintegrasi dalam satu pintu sehingga menjadi lebih efektif, transparan, dan dapat dimonitor secara real time,” tuturnya sembari menyebut SIDOPI diluncurkan dalam rangka meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Masyarakat yang ingin mendapatkan lisensi untuk menerbangkan drone dapat mengaksesnya melalui website SIDOPI di  https://imsis-djpu.dephub.go.id/SidopiGO/Web/

Melalui SIDOPI, masyarakat tidak perlu datang ke kantor Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU). Cukup meng-klik menu Daftar Drone untuk mendaftarkan perangkat drone atau Ajukan Lisensi Pilot Drone untuk mendapatkan lisensi menerbangkan drone. Proses registrasinya sangat mudah dan gratis.

Jenis-jenis permohonan perizinan di aplikasi website SIDOPI

Pada halaman website SIDOPI, masyarakat diwajibkan mengunggah dan mengisi berbagai data yang diperlukan seperti Formulir Dirjen Hubud atau DGCA Form, bukti kepemilikan drone, KTP, dan lain sebagainya.

Setelah itu, data yang dimasukkan akan diverifikasi oleh tim verifikator inspektur DKPPU. Apabila lolos verifikasi, maka DKPPU akan mengeluarkan e-sertifikat untuk menyatakan bahwa drone/pilot sudah terdaftar di database pemerintah, artinya sudah mendapatkan lisensi untuk beroperasi.

Sebagai informasi, e-sertifikat atau lisensi yang dikeluarkan SIDOPI memiliki masa berlaku selama tiga tahun serta memiliki kekuatan hukum yang sah, sehingga dapat digunakan sebagai alat bukti yang resmi dan valid.

 

BACA JUGA:

Bus Sekolah Dishub Nganjuk Siap Antar Jemput Pelajar Disabilitas

Dishub Adakan Sosialisasi Kepada Para Komunitas Sopir Nganjuk Terkait Aturan ODOL

0 Komentar