Perempuan FKUB Nganjuk, Srikandi KUAT Cegah Stunting

KUAT: Komitmen dalam menjaga kesehatan, Usahakan hidup sehat, Asupan gizi yang cukup, serta Tetap konsisten mencegah stunting pada anak

Nganjuk, PING - Pemkab Nganjuk melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kab. Nganjuk memfasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Nganjuk menyelenggarakan kegiatan penanganan stunting dengan tajuk acara 'Peran Perempuan Lintas Agama dalam Penanganan Stunting Guna Mempersiapkan Generasi Unggul', Selasa (15/8/2023) di Aula Pertemuan Kelurahan Begadung.

Kegiatan FKUB dihadiri dan dibuka langsung oleh Sekretaris Bakesbangpol Kab.Nganjuk, Sugeng Hariyanto dengan didampingi Ketua FKUB Kab. Nganjuk H. Sholihin dan Lurah Begadung Tri Setyo Wahyuni. 

Hadir dalam acara tersebut, peserta perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kab. Nganjuk, perwakilan tokoh masyarakat Kab. Nganjuk, perwakilan tokoh agama dari beberapa organisasi keagamaan di Kab. Nganjuk. Seperti Nahdlatul Ulama' (NU), Muhammadiyah, LDII, Pemangku Agama Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, Fatayat, Muslimat, Jajaran Aparatur Pemerintahan dan PKK Kel. Begadung.

Dalam sambutannya, mewakili Kepala Bakesbangpol Kab.Nganjuk, Sekretaris Bakesbangpol Sugeng Hariyanto menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh peserta dalam acara. Pihaknya menyampaikan, kegiatan yang melibatkan FKUB Kab. Nganjuk tersebut untuk menyosialisasikan peran perempuan lintas agama dalam penanganan stunting di Kota Bayu.

"FKUB merupakan forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan. Termasuk penanganan stunting," ungkapnya.

Baca Juga : Inovasi Lurah Begadung Tangani Kasus Stunting

"Harus kita lakukan sejak dini, untuk mempersiapkan generasi unggul. Guna mencapai Indonesia Emas tahun 2045 nanti," imbuhnya.

Selanjutnya, Ketua FKUB Kab. Nganjuk H. Sholihin, menyampaikan upaya penangan stunting tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah. Melainkan juga menjadi tanggungjawab bersama. 

“Karena umat beragama juga butuh sehat, seperti hari ini (15/8), bagaimana FKUB memberikan sosialisasi dan edukasi tentang stunting dan tumbuh kembang anak kepada para perempuan,” terang H. Sholihin.

Pihaknya juga menjelaskan tujuan kegiatan tersebut adalah sebagai program pembinaan untuk mewujudkan keluarga sejahtera, sekaligus meningkatkan peran wanita beragama (Lintas Agama) dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah Kab. Nganjuk.

Ketua FKUB menyebut, sengaja memilih kaum wanita menjadi sasaran sosialisasi karena wanita atau perempuan mempunyai peran yang strategis dalam memastikan asupan gizi dalam keluarga.

Baca Juga : Pemkab Nganjuk Ikut Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Sangat penting bagi wanita untuk memiliki pengetahuan yang memadai tentang gizi, sehingga dapat mengatur pola makan yang mengandung gizi di lingkungan kelurga, sehingga menghasilkan keluarga yang sehat baik dari sisi pertumbuhan maupun dari sisi perkembangan anak.

“Kuncinya dengan cara KUAT. Komitmen dalam menjaga kesehatan, Usahakan hidup sehat, Asupan gizi yang cukup, serta Tetap konsisten mencegah stunting pada anak. Kami yakin kita bisa bersama mengatasi stunting ini bersama-sama,” urai pria berkacamata itu.

(AL/ZK)

0 Komentar