Percepat Penerapan Aplikasi Srikandi Tingkat Puskesmas dan Kelurahan, Pemkab Gelar Sosialisasi

Untuk meningkatkan pengelolaan arsip yang cepat, efisien dan berbasis digital

Nganjuk, PING – Pemerintah terus menerapkan dan mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di setiap bidang, termasuk kearsipan. Proses kerja sistem kearsipan, khususnya persuratan terus diupayakan agar lebih cepat, efisien, dan berbasis digital. Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) merupakan perwujudan hal tersebut, dimana arsip terpusat secara online dan terintegrasi dari tingkat daerah hingga tingkat pusat. 

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) kembali menggelar sosialisasi penerapan aplikasi SRIKANDI untuk Puskesmas dan Kelurahan di lingkungan Pemkab Nganjuk, pada Kamis (09/03/2023) di Ruang Rapat Candi Lor Pemkab Nganjuk.

Turut hadir dalam acara, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Nur Solekan bersama Plt Kepala Dinas Arpus Kabupaten Nganjuk Eko Sutrisno, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk. Dan peserta sosialisasi yang terdiri dari admin SRIKANDI Puskesmas dan Kelurahan se-Kabupaten Nganjuk sebanyak 55 orang admin. 

Sekda Kabupaten Nganjuk Nur Solekan dalam sambutannya menyampaikan hampir semua tata kelola Pemerintahan termasuk kearsipan di Indonesia seluruhnya sudah dalam bentuk digital. Seperti yang telah diserukan Presiden RI beberapa waktu lalu, bahwa SPBE ditekankan untuk dijalankan di seluruh daerah. 

“Pada aplikasi - aplikasi yang ada di Daerah agar tetap bisa menjalankan seperti itu. Harapannya dengan diterapkannya aplikasi Srikandi, termasuk di Kabupaten Nganjuk kita harus segera betul-betul memahami hal tersebut. Karena ini termasuk salah satu indikator penilaian SPBE,” jelasnya. 

“Prinsipnya, apa yang sudah kita laksanakan ini merupakan suatu kemajuan yang luar biasa. Dan saya berharap tidak jemu – jemunya njenengan semua untuk terus mengasah diri bersama – sama dengan Dinas Kominfo,” tutur Nur Solekan sembari menyebut Diskominfo juga harus selalu memberikan solusi disaat ada OPD yang mengalami kesulitan mengoperasikan aplikasi SRIKANDI. 

Sementara itu Plt Dinas Arpus Kabupaten Nganjuk Eko Sutrisno berharap penggunaan aplikasi SRIKANDI harus terus dilaksanakan oleh seluruh OPD di Kabupaten Nganjuk termasuk Puskesmas dan Kelurahan. Sehingga Puskesmas dan Kelurahan harus segera menyiapkan sarana pengarsipan untuk mendukung pelaksanaan aplikasi tersebut.

“Setelah dari bimtek ini, semua peserta tugasnya menyampaikan kepada teman-temannya yang ada di masing-masing OPD. Sehingga kita bersama-sama belajar bareng,” imbaunya sembari menyebut Kabupaten Nganjuk berada di urutan rangking 10 di Provinsi Jawa Timur pengelolaan aplikasi SRIKANDI. 

Untuk diketahui, tujuan dari penerapan aplikasi SRIKANDI yakni untuk menyajikan data kearsipan secara digital. Aplikasi SRIKANDI merupakan hasil kolaborasi antara Kemanpan-RB, Kemenkominfo, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan ANRI yang bertujuan dalam penyelenggaraan e-goverment SPBE. 

“Maksud dan tujuan dari diadakannya bimtek ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan arsip secara digital dalam rangka penyelamatan arsip-arsip yang bernilai guna. Serta untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dengan cepat, tepat dan lengkap,” tambahnya. 

(KUR/AL)

0 Komentar