Pemkab Nganjuk Sosialisasi Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023

Guna mewujudkan penyaluran BBM yang tepat sasaran dan tepat volume sesuai peruntukannya

Nganjuk, PINGAsisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto, mewakili Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 di Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo Nganjuk, Rabu (15/11/2023).

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan petunjuk teknis Penerbitan Surat Rekomendasi untuk Pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Tertentu (Solar) dan Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Khusus Penugasan (Pertalite).

Demikian disampaikan Asisten Ekbang Nganjuk saat membacakan sambutan dan arahan Pj bupati. “Guna mewujudkan penyaluran yang tepat sasaran dan tepat volume sesuai peruntukannya,” ucap Judi Ernanto.

Baca Juga : Tingkatkan Keuntungan Petani, Dinas Pertanian Nganjuk Sosialisasikan Penggunaan Pupuk Organik

Lanjut Judi, diharapkan melalui sosialisasi ini, para konsumen pengguna BBM subsidi, solar maupun pertalite, dapat memanfaatkannya sesuai peruntukan. Tentunya, dalam pemanfaatanya masyarakat juga harus mendapatkan rekomendasi dari pejabat berwenang tentang penggunaan/peruntukan BBM.

“Dengan terbitnya Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 ini, memberikan pemahaman secara detail terkait tahapan dan mekanisme penerbitan surat rekomendasi untuk JBT Solar dan JBKP Pertalite bagi konsumen pengguna atau masyarakat,” jelasnya.

“Juga untuk menjamin tertib pelaksanaan, penerbitan, pelaporan, monitoring, dan evaluasi Surat Rekomendasi untuk pembelian jenis BBM tertentu, atau jenis BBM penugasan,” beber Judi, menyebut ini merupakan langkah bersama antara Pemkab Nganjuk dengan PT. Pertamina Patra Jasa Niaga Kediri untuk memberikan pemahaman tentang teknis konsumen pengguna dalam pemanfaatan BBM subsidi.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Perwakilan PT. Pertamina Patra Jasa Niaga Wilayah Kediri, Perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Nganjuk, Kepala Perangkat Daerah yang terkait, dan para Camat. Turut hadir dari unsur Kelompok Tani, BPP Pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), juga KTNA Nganjuk. Dengan jumlah keseluruhan peserta, sejumlah 150 orang.

Baca Juga : Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Cadangan Pangan 200 KPM Desa Kweden-Ngetos

Khoirul Anwar, perwakilan PT. Pertamina Patra Jasa Kediri, menyampaikan, kewajiban surat rekomendasi ini diperuntukkan bagi konsumen pengguna BBM subsidi jenis BBM solar dan pertalite. Digunakan untuk kebutuhannya sendiri dan tidak diperjual belikan.

“Diperuntukkan bagi transpotasi darat, transportasi air, usaha perikanan, usaha pertanian, layanan umum/pemerinah, dan usaha mikro,” bebernya.

Untuk pemberi surat rekomendasi, kata Khoirul Anwar, dikeluarkan sesuai jenis kategori peruntukan/konsumen pengguna BBM. Memiliki masa berlaku selama 3 bulan untuk konsumen pengguna di luar usaha perikanan dan maksimal 3 bulan untuk usaha perikanan.

“Dalam penggunaannya (BBM subsidi) sesuaikan dengan fakta dan realitasnya, jangan sampai mengajukan tidak sesuai aslinya. Karena dalam pembelian BBM subsidi memiliki pertanggungjawaban, baik pemberi rekom maupun konsumen/pembeli BBM,” pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk mengajukan permohonan pemakaian BBM subsidi, masyatakat umum pengguna kendaraan maupun non kendaraan juga dapat mendaftarkan diri mandiri melalui https://subsiditepat.mypertamina.id/ (ZK/YS)

0 Komentar