Optimis Turunkan Stunting, Sekda Nganjuk Buka Diseminasi Audit Kasus Stunting Kedua

Diharapkan Tahun 2024 prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk harus mencapai angka 14%.

Nganjuk, PING– Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Nur Solekan berkesempatan membuka acara Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Kedua Kabupaten Nganjuk yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Selasa (28/11/2023).

Acara tersebut bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya stunting pada kelompok sasaran, mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting, menganalisis faktor risiko terjadinya stunting pada balita atau balita stunting sebagai upaya pencegahan penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa, memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus serta upaya pencegahan yang harus dilakukan.

Dalam sambutannya, Sekda Nur Solekan menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, audit kasus stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas dalam Rencana Aksi Nasional. Sehingga nanti sampai dengan tahun 2024 prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk harus mencapai angka 14%.  

“Saat ini prevalensi di Kabupaten Nganjuk masih 20%. Harapannya nanti di bulan Desember 2023 atau nanti di 2024 bisa mencapai 14%. Dan saya minta di 2024 tidak hanya sesuai dengan Perpres tetapi kita juga harus berada dibawahnya, sehingga nanti pencapaian ini bisa maksimal,”tuturnya.

Lebih lanjut, Sekda Nur Solekan menyebut mulai tahun 2024 Nganjuk Satu Data sudah ditetapkan sehingga semua harus by data. Mulai dari masalah kesehatan, masalah pendidikan, masalah sosial, serta masalah stunting basis datanya adalah Nganjuk Satu Data.

“Melalui Nganjuk Satu Data ini, semua bisa satu kesatuan dalam menangani stunting tidak hanya terpisah-pisah antara Kabupaten, Kecamatan, atau Desa, tetapi semua harus terintegrasi dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Sofyandi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa audit kasus stunting penting dilakukan untuk menggali kasus-kasus stunting yang sulit untuk diatasi dan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran audit berisiko stunting, yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas/menyusui dan baduta/balita.

"Untuk mewujudkan target yang kita harapkan, dibutuhkan koordinasi, kolaborasi dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, baik dari bidang kesehatan, pangan dan gizi serta lingkungan yang memadai yaitu sanitasi, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih serta pola asuh balita", terangnya.

“Semoga semakin menyatukan persepsi dan komitmen kita semua untuk mewujudkan zero stunting di Kabupaten Nganjuk", pungkasnya.

Sebagai informasi dalam acara tersebut juga diberikan penyerahan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada pemenang lomba kompetisi film pendek tahun 2023 dalam program Genre Kabupaten Nganjuk. (Kr/Cs)

0 Komentar