Optimalkan PAD, Bapenda Gelar Ngopi Bareng dengan Pengusaha Hotel dan Restoran

Jalin Sinergi dan Berkolaborasi untuk Peningkatan Pembangunan di Kabupaten Nganjuk

Nganjuk, PING- Optimalkan pendapatan daerah pada sektor pajak hotel dan restoran di Kabupaten Nganjuk. Pemkab Nganjuk melalui Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Nganjuk menggelar "Ngopi (Ngobrol Pintar) Bareng" dengan pengusaha hotel dan restoran di rumah makan Andaru. Senin (27/02/2023).

Hadir Sekda Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, Plt. Kepala Bapenda, Nafhan Tohawi, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk, R Bambang Agus Hendro Wibowo,  Kepala OPD se- Kabupaten Nganjuk, Kepala Bank Jatim Kabupaten Nganjuk, Wardoyo, serta seluruh Pengusaha hotel dan restoran di kabupaten Nganjuk.

Baca Juga : Gandeng Bapenda, Camat Pace Adakan Bimtek E-SPPT

Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini tujuannya untuk bersama-sama mecari solusi bagi pendapatan yang ada di Kabupaten Nganjuk, khususnya di sektor pajak hotel dan restoran serta retribusi.

“Berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Bahwa mulai tahun 2024 nanti yang terkait dengan pajak dan retribusi daerah harus sudah dibentuk dan sudah menyesuaikan dengan produk hukum undang-undang No.1 Tahun 2022,” jelas Nur Solekan.

“Tahun 2024 Pemkab Nganjuk akan kesulitan menarik pajak sesuai dengan nomenklatur karena belum ada dasar hukum yang jelas sesuai undang-undang terbaru, maka dari itu pemda akan terus berupaya agar Raperda tentang pajak dan retribusi daerah yang masih dibahas di DPRD Nganjuk bisa segera disahkan dan ditetapkan,” pungkasnya.

“Pada saat ini pajak hotel kita 23,57 persen dari target Rp.400 Juta, sedangkan pajak restoran  22,16 persen dari target Rp. 3,011 milyar,” ujar Sekda Nganjuk

"Kami sudah memberikan fasilitasi-fasilitasi terhadap kemudahan kepada masyarakat untuk membayar pajak melalui mekanisme-mekanisme, yang berkerjasama dengan beberapa bank, oleh karena itu mohon kegiatan yang memang menjadi kewajiban para pengusaha hotel dan restoran harus meningkatkan kualitasnya," ungkap Nur Solekan.

Perlu diketahui bahwa pajak hotel dan pajak restoran akan selalu menjadi pantauan dari pihak MCP KPK.  Maka dari itu sebagai upaya pengawasan pajak,  alat rekam transaksi telah ditempatkan pada beberapa objek pajak. Hal itu merupakan program dari KPK, dalam rangka mendorong upaya optimalisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah).

“Pemasangan alat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan omset secara riil dan tepat waktu, diharapkan dapat berdampak signifikan terhadap kenaikan penerimaan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Nganjuk, sehingga dapat mendukung pembiayaan pembangunan di Kabupaten Nganjuk,” jelas Nur Solekan

Dalam sambutan Plt. Kepala Bapenda Nafhan Tohawi mengatakan bahwa pembangunan di Kabupaten Nganjuk tanpa adanya kerjasama dan gotong royong tidak akan bisa kita wujudkan bersama, serta kondusifitas wilayah Kabupaten Nganjuk harus kita jaga bersama-sama.

“Saya berharap dengan kegiatan Ngopi (Ngobrol Pintar) Bareng ini bisa menjalin sinergi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan pengusaha dan masyarakat untuk saling berkolaborasi sehingga pembangunan di Kabupaten Nganjuk bisa berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan oleh semua pihak,” ujar Nafhan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk, R Bambang Agus mengatakan bahwa dewan akan selalu mendorong agar pendapatan dari pajak daerah terus ada peningkatan. Karana pendapatan dari pajak ini sebagai anggaran untuk pembangunan di Kabupaten Nganjuk

“Maka dari itu, kami mendukung penuh upaya peningkatan pendapatan, dari sektor pajak hotel dan restoran untuk membiayai pembangunan di segala sektor untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk,” pungkas Bambang (Ys/RL)

 

Baca Juga: Bapenda Berupaya Tingkatkan PAD dan Ajak Masyarakat Bayar PBB-P2 Sesuai Bulan Panutan

0 Komentar