Ngopi Bareng Kang Marhaen: Urun-Rembug Majukan Petani

Acara ini bertujuan untuk mengurangi OTP dan mewujudkan inovasi pertanian

Nganjuk, PING- Serap aspirasi pelaku pertanian, Bupati Nganju adakan Ngopi Bareng Kang Marhaen bersama Gapoktan, Poktan, dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk, Senin (18/9/2023) malam. Ngopi Bareng Kang Marhaen juga dihadiri oleh para Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, dan Kepala Perangkat Daerah.

Bertempat di Halaman Kantor Dinas Pertanian, Ngopi Bareng Kang Marhaen, berlangsung gayeng dan penuh antusias. Sambut-saut dari peserta Ngopi Bareng menyampaikan urun-rembug pertanian. Misalnya, bagaimana pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) bisa dikendalikan oleh para petani di Kota Angin.

Melalui upaya tersebut, diharapkan para petani dapat mengatasi hama/penyakit pengganggu tanaman mereka. “Bagaimana menekan biaya produksi dan menambah keuntungan,” tandas Bupati Nganjuk saat memimpin diskusi urun-rembug pengendalian OPT petani ini.

Dalam kesempatan itu, Marhaen mengatakan, saat ini OPT hama tikus masih menjadi sarang penggangu terbesar bagi petani di Kota Angin. Tingginya serangan hama tikus, masih dirasakan petani di beberapa wilayah, ungkap Marhaen.

Gropyokan tikus juga dirasakan petani masih kurang efektif. “Meskipun populasi berkurang, tapi juga masih ada saja serangan dari hama tikus ini,” tambahnya.

Untuk itu, Bupati Nganjuk berharap, akan ada gebrakan inovasi dari Dinas Pertanian Nganjuk. Misalnya, Dispertan mengadakan lomba inovasi bagaimana cara atau pola efektif mengatasi hama tikus.

“Kerjasama dengan Universitas Negeri di bidang pertanian. Mereka kita ajak untuk menawarkan ide inovasi juga mempraktekkan secara langsung bagaimana menerapkannya,” jelas Bupati Nganjuk.

Selain masalah OTP, guna menekan jumlah kerugian dan menambah untung para petani, Kang Marhen juga menyampaikan pentingnya pemanfaatan efisiensi pupuk. Selain menggunakan pupuk sesuai takaran, alokasi, dan peruntukannya, petani juga terus didorong untuk dapat menggunakan pupuk organik.

“Peran dari penyuluh pertanian/PPL sangat penting, yakni memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada para petani. Kapan saat menanam, alokasi kebutuhan pupuk, dan pola tanam,” bebernya.

Oleh karena itu, Marhaen menegaskan, petani harus merubah paradigma yang selama ini salah. Misalnya, produktifitas tinggi yang selalu diartikan keuntungan juga tinggi. “Padahal jika dikalkulasi, dipotong biaya produksi, margin keuntungan yang didapat masih kecil,” ungkapnya.

“Jangan sampai jor-joran (saling menggungguli), rugi tidak apa-apa, asal hasil panennya banyak. Tidak sekedar produktifitasnya saja, tapi keuntungan juga harus diperhatikan,” seru Kang Marhaen.

Sementara itu, Kepala Dispertan Nganjuk, Muslim Harsoyo, menyebut saat ini Dinas Pertanian terus melakukan upaya guna mendorong efisiensi biaya produktifitas petani dan kemajuan petani di Kota Angin.

“Sosialisasi progam gerakan penggunaan pupuk setengah dosis, penggunaan pupuk organik dan peningkatan sarana prasana pertanian,” pungkasnya.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan tersebut menyebut, guna meningkatkan produksi dan keuntungan petani, pihaknya juga telah menyalurkan Alsintan atau alat dan mesin pertanian.

Kombi, drone, pengadaan bantuan sumur sible ITD, sudah kita lakukan . Ini sangat penting untuk peningkatan produksi dan keuntungan petani,” tuturnya. (ZK/AL)

0 Komentar