Mudahkan Wajib Pajak, Kang Marhaen Launching Pembayaran Pajak PBB Dengan QRIS

Membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) non tunai (QRIS)

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk me-launching layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bagi Wajib Pajak (WP) menggunakan metode QRIS, Rabu (1/3/2023) di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk.

Layanan QRIS untuk pembayaran PBB-P2 ini diresmikan oleh Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Kang Marhaen menyebut PBB-P2 merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) untuk meningkatkan perkonomian di Kota Bayu. Untuk itu, pihaknya mendorong sektor pajak agar dioptimalkan untuk pembangunan Kabupaten Nganjuk.

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Nganjuk semakin lama semakin tinggi. Inilah pentingnya sistem pemungutan pajak yang akuntabel dan transparan, salah satunya dengan menggunakan QRIS ini,” kata Kang Marhaen sapaan akrab Plt Bupati Nganjuk.

Dikatakan Kang Marhaen, penggunaan QRIS akan memudahkan Wajib Pajak (WP) dalam membayar pajak. Pembayaran menggungunakan QRIS praktis, tidak perlu membawa uang tunai. “Karena wajib pajak cukup dengan scan barcode yang ada pada SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang),” terangnya.

Baca Juga: Go Digitalisasi, Pasar Lengkong Terapkan Pembayaran Menggunakan QRIS

Selanjutnya, Kang Marhaen menyampaikan bahwa masyarakat tidak hanya diwajibkan membayar pajak saja namun hak-hak masyarakat juga harus kita penuhi bersama. Dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Nganjuk.

“Contoh pembangunan jalan, PUPR harus memberikan pelayanan kaitannya dengan jalan. Dinas kesehatan dan rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan terbaiknya. Sehingga kalau Pemerintah Kabupaten Nganjuk memberikan dahulu (pelayanan prima) kepada masyarakat. Maka, masyarakat dengan senang hati akan membayar kewajiban-kewajibannya (pajak daerah),” bebernya

Penyerahan SPPT PBB-P2 secara simbolis kepada Camat Pace, Ida Shobihatin

Sementara itu, Plt Kepala Bapenda Kabupaten Nganjuk, Nafhan Tohawi dalam laporannya menyampaikan, peluncuran pembayaran SPPT PBB-P2 mengunakan QRIS bertujuan untuk peningkatan PAD Kabupaten Nganjuk. Memberikan kemudahan Wajib Pajak dalam membayar pajaknya. Dan mepercepat pemasukan PAD Kabupaten Nganjuk.

Nafhan Tohawi menjelaskan, total sejumlah 603.632 SPPT telah selesai dicetak dan siap didistribusikan Bapenda Nganjuk. “Dengan baku ketetapan sebesar Rp. 56.455.145.661,00 dan siap untuk didistribusikan ke Wajib Pajak melalui Desa/Kelurahan,” jelasnya.

Baca Juga: Go Digital, Bank Indonesia Melalui Pemkab Nganjuk Launching S.I.A.P QRIS di Pasar Sukomoro

Untuk itu, pihaknya juga berharap Wajib Pajak yang telah menerima SPPT untuk dapat segera mebayar pajak sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan. “Mengingat jatuh tempo pembayaran adalah tanggal 30 Sepetember 2023,” ungkapnya.

Bagi Wajib Pajak yang membayar pajak sebelum jatuh tempo, kata Nafhan Tohawi, Bapenda telah menyiapkan hadiah. Baik masyarakat umum, ASN, hotel maupun rumah makan/restoran. “Hadiah utamanya adalah 1 unit mobil dan ada 5 unit sepedah motor bagi Wajib Pajak. Dan masih banyak lagi hadiah yang telah kami siapkan,” tambahnya sembari mengajak masyarakat Nganjuk untuk segera bayar pajak.

Sebagai informasi, kegiatan peluncuran pembayaran PBB-P2 juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk, Bank BI Kediri, Staf Ahli Bupati, Asisten, Camat, lurah, dan perwakilan dari Bank dan Kantor Pos Nganjuk sebagi mitra Pemkab Nganjuk.

(ZK/YS/NR)

0 Komentar