Launching Aplikasi SRIKANDI, Kang Marhaen: Data Arsip Harus Terkelola dengan Baik

Kuncinya adalah komitemen bersama, dalam mewujudkan e-goverment dan penyelenggaraan SPBE di Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, PING - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menjadi Kabupaten ketiga di Jawa Timur yang menerapkan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk, Putu Winasa saat melaunching Aplikasi SRIKANDI pada Rabu (9/11/2022) bertempat di Ruang Rapat Candi Lor Pemkab Nganjuk.

Kegiatan launching dan bimbingan teknis (bimtek) tersebut diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Nganjuk. Bimtek Aplikasi SRIKANDI meghadirkan Narasumber dari ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia), Supriyono dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki diikuti oleh 54 Admin SRIKANDI dari masing-masing OPD. Turut hadir juga Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Arsip Provinsi Jawa Timur, Artanti Tri Wahyuni. 

BACA JUGA: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Nganjuk Rutin Adakan Perpustakaan Keliling

“Dua Pemerintah Daerah di JawaTimur yang telah menerapkan Aplikasi SRIKANDI adalah Kabupaten Gresik dan Kediri. Dengan diadakan bimtek pada hari ini, Kabupaten Nganjuk menyusul menjadi Kabupaten berikutnya yang menerapkan Aplikasi SRIKANDI. Kita menjadi Kabupaten ketiga setelah Gresik dan Kediri,” tutur Putu Winasa merasa bangga saat membuka kegiatan bimtek SRIKANDI.

Selanjutnya, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya. Kang Marhaen menyambut baik kehadiran aplikasi SRIKANDI dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel dalam kearsipan. 

BACA JUGA: Kabar Gembira, Nganjuk Segera Miliki Gedung Perpustakaan Yang Baru

“Arsip adalah aset yang harus dikelola dengan baik dan benar.Masyarakat yang haus akan informasi dapat menerima sumber informasi primer langsung melalui data arsip yang dinamis dan terintegrasi melalui SRIKANDI,” pungkasnya menyebut arsip juga sebagai bukti pertanggung jawaban dari kinerja Pemerintahan.

Lebih lanjut Kang Marhaen menjelaskan, dengan hadirnya SRIKANDI menambah daftar nilai dari pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) di Kabupaten Nganjuk. Khususnya dalam mewujudkan e-goverment atau tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di bidang kearsipan menuju Nganjuk Smart City.

“Maka dari itu untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan SRIKANDI Kabupaten Nganjuk kuncinya adalah komitmen dan sinergi dari kita bersama. Mau memulai, menerapkan dan menjalankannya,”tegasnya.

"Mengingat pentingnya sosialisasi dan bimtek aplikasi SRIKANDI ini, kami minta, agar para perserta sungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini dari awal hingga selesai kegiatan ini," tutupnya.

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SRIKANDI dibuka dan dimulai ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Kepala Arpus Nganjuk, Putu Winasa

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Bidang Kearsipan Arpus Nganjuk, Budiono menjelaskan tujuan dari SRIKANDI adalah untuk menyajikan data arsip secara digital. Aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (SRIKANDI) merupakan hasil kolaborasi antara Kemanpan-RB, Kemenkominfo, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan ANRI yang bertujuan dalam penyelenggaraan e-goverment SPBE.

“Maksud dan tujuan dari diadakannya bimtek ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan arsip secara digital dalam rangka penyelamatan arsip-arsip yang bernilai guna. Serta untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dengan cepat, tepat dan lengkap,”bebernya menyebut SRIKANDI adalah pengelolaan arsip berbasis web terintegrasi.

Sebagai informasi, Kegiatan bimtek aplikasi SRIKANDI tersebut dilaksanakan selama dua hari kedepan. Dibuka pada hari ini tanggal 9 November sampai dengan 10 November 2022. Bimtek dilaksanakan di Ruang Rapat Candi Lor Pemkab Nganjuk. 

(ZK/AL)

 

0 Komentar