Kurangi Pengangguran dan Bangkitkan Etos Kerja, Disnaker Gelar Pelatihan Menjahit bagi Pencaker

Wujudkan calon pekerja yang berkompeten

NGANJUK, PING - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Nganjuk terus berupaya mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk melalui berbagai pelatihan salah satunya pelatihan menjahit, yang diikuti oleh 20 peserta. Pelatihan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan bertempat di aula Disnaker Kabupaten Nganjuk, Rabu (7/9/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Supiyanto, perwakilan dari Asisten Ekbang, HRD PT Kharisma Baru Indonesia, HRD PT Kertarajasa dan peserta pelatihan.

Supiyanto dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada PT Kharisma Baru Indonesia (KBI) dan PT Kertarajasa yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk khususnya dengan Disnaker dalam rangka penanggungan calon pekerja di Nganjuk agar bisa bekerja di perusahan-perusahaan yang membuka peluang.

Baca Juga : Peran Penting Disnaker, 20 Anak Disabilitas Kota Angin Siap Bekerja

Dikatakan Supiyanto selama ini yang sudah langsung menampung setelah mendapat pelatihan dari Balai Pelatihan Kerja (BLK) Nganjuk yaitu PT KBI, PT Kertarajasa, PT Prominen Abadi Sentosa. "Dan terimakasih kepada BLK yang sudah bekerjasama dengan kami untuk melaksanakan pelatihan ini karena BLK adalah instruktur yang sudah berkompeten", tuturnya.

Supiyanto lantas menjelaskan angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk tahun 2022 sudah mencapai 26 ribu atau sekitar 35 persen. "Jadi pengangguran di Kabupaten Nganjuk masih tinggi padahal sudah mulai bermunculan perusahaan baru di Nganjuk", urainya.

Menurutnya, penyebab terjadinya pengangguran itu yaitu antara kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan kompetensi para calon pekerja tidak sinkron. 

Sehingga kata Supiyanto dilakukan pelatihan yang berbasis kompetensi. Disamping itu dalam pelatihan ini akan diberikan materi tentang etos kerja yang baik agar tercipta produktifitas kerja yang baik. Karena di Nganjuk etos kerjanya masih rendah.

"Maka perusahaan saat ini harus mencari calon pekerja yang sudah terlatih atas kompetensi yang dibutuhkan", jelasnya.

Supiyanto berharap peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan. Dengan adanya pelatihan menjahit ini diharapkan dapat memenuhi kompetensi yang dibutuhkan pasar.

Baca Juga : Wujud Nyata Tingkatkan Ekonomi Kreatif, Disnaker Kembali Gelar Pelatihan Menjahit

"Saya berharap kalian semua mengikuti pelatihan ini sebaik baiknya dan berusahalah semaksimal mungkin. Agar memenuhi kompetensi yang dibutuhkan perusahaan", harapnya.

 

(Hs/Yos)

 

 

0 Komentar