Kuatkan Pelayanan Kesehatan, Pemkab Nganjuk Susun Masterplan Relokasi Rumah Sakit Daerah Nganjuk

Susun masterplan rencana relokasi Rumah Sakit Daerah Nganjuk seluas 9,7 hektar

Nganjuk, PING- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan minta Direktur RSD Nganjuk untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan prima menjadi kunci kepuasan masyarakat terhadap fasilitas layanan publik suatu lembaga atau pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Sekda Nur Solekan saat menghadiri Sarasehan Pengembangan Pelayanan Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk, Jumat (14/7/2023) bersama dengan Ketua DPRD Nganjuk, jajaran Direksi RSD Nganjuk beserta Dewan Pengawas, Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk beserta Anggota DPRD.

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Nganjuk, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Nganjuk dan Kepala BPKAD Kabupaten Nganjuk.

“Melayani dengan hati harus menjadi komitmen kita bersama. Manajemen rumah sakit harus merubah diri untuk menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat Nganjuk,” tutur Sekda Nur Solekan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSD Nganjuk.

Baca Juga: Utamakan Pelayanan Prima, RSD Nganjuk Berkomitmen Kembangkan Mutu dan Kualitas Layanan Kesehatan

Untuk menjadi rumah sakit pilihan terbaik kesehatan bagi masyatakat, kata Nur Solekan, tidak mudah. Selain, peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang prima melalui peningkatan kulitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus didukung dengan sarana prasarana yang sempurna dan memadai.

Susun Masterplan Rencana Pengembangan RSD Nganjuk

Oleh karena itu, selaku Dewan Pengawas dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan menyampaikan pentingnya dukungan, kolaborasi dan integrasi di berbagai bidang dari semua pihak dan stakeholder yang ada di Kabupaten Nganjuk.

“Dukungan rencana pengembangan rumah sakit. Berdirinya sebuah rumah sakit baru di Kelurahan Warungotok (Depan Taman Pandan Wilis) Nganjuk dari Ketua DPRD Nganjuk, Komisi IV DPRD dan dukungan dari semua pihak kami harapkan,” tuturnya.

Tujuannya adalah untuk peningkatan penguatan mutu pelayan kesehatan masyarakat. Untuk itu, rumah sakit daerah tipe B tersebut sebagai rumah sakit pendidikan yang sudah terakriditasi paripurna (sempurna), tentunya juga harus didukung oleh sarana prasana yang paripurna.

“Banyak sarana-prasana yang belum terpenuhi, paling tidak lahannya yang terlalu sempit untuk ukuran-ukuran peningkatan mutu pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga: RSD Nganjuk Adakan Sosialisasi Penguatan Jejaring Rujukan Antar Faskes di Kabupaten Nganjuk

Lebih lanjut, Sekda Nur Solekan mengatakan untuk mendukung terpenuhinya sarana prasana paripurna, pihaknya telah menyiapkan lokasi relokasi rumah sakit daerah Nganjuk dengan luas lahan 9,7 hektar.

“Kita delegasikan kewenangan untuk pengelolaan tanah aset seluas 9,7 hektar. Tahun ini di 2023-2024 silahkan untuk dikerjakan konsep masterplannya. Harapanya mudah-mudahan di tahun 2025 itu sudah bisa dijalankan pembangunan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Nganjuk,” bebernya.

Dukungan DPRD Nganjuk

Sementara itu, Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono menyampaikan pihaknya bersama DPRD Nganjuk siap mendukung program dari Pemerintah Daerah dan RSD Nganjuk untuk peningkatan dan pengutan layanan kesehatan bagi masyarakat Nganjuk.

"Kami dari legislatif sangat mendukung sepanjang itu semata-mata untuk kepentingan perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Nganjuk khususnya," tandas Tatit.

Pihaknya berharap, tidak hanya menjadi kebanggaan bangunan yang megah, juga harus di dukung dengan pelayanan yang prima. "Tidak hanya bangga karena fisiknya yang megah. Komitmennya harus kita sepakati bersama terkait mutu pelayanan kesehatannya," tegasnya. (ZK/HS)

Baca Juga: Optimalkan Pelayanan Kesehatan, Kang Marhaen Motivasi Manajemen RSD Nganjuk

0 Komentar