Ketua Baznas Nganjuk Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat Baznas

Agar penyaluran tepat sasaran dan by data

Nganjuk, PING- Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) adalah lembaga pemerintah non struktural yang bertugas menghimpun zakat, infaq, shodaqoh (ZIS) yang disalurkan kepada delapan asnaf. Baznas memiliki regulasi yang agak berbeda dengan instansi-instansi lain. Hal ini disampikan oleh Ketua Baznas Nganjuk Zainal Arifin saat menjadi narasumber di RSAL 105,3 FM, Selasa (24/10/2023). 

Dalam penjelasannya, ada tiga hal yang harus diperhatikan Baznas dalam penyaluran zakat, diantaranya harus Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Aman secara syar'i artinya penghimpunan dan pendistribusian zakat sesuai dengan asnaf yang jumlahnya delapan diantaranya yakni fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (hamba sahaya), gharim (orang yang terlilit utang), fisabilillah, dan ibnu sabil (orang yang sedang dalam perjalanan).

Baca Juga : Zainal Arifin Usung APIK Untuk Lanjutkan Kepengurusan Baznas Kabupaten Nganjuk

Aman secara regulasi artinya penghimpunan dan pendistribusian zakat sesuai dengan UU yang berlaku. 

"Dan yang terakhir, Aman secara NKRI yakni zakat yang dihimpun dan didistribusikan tidak berkaitan dengan aksi terorisme atau kegiatan yang merongrong Republik Indonesia," jelas Zainal. 

Lebih lanjut, Zainal membeberkan bahwa kepengurusan di Baznas Nganjuk ada 5 pimpinan yang dibantu 7 pegawai/amil dalam menjalankan tugas. Baznas harus bisa sejajar dengan pemerintah dan bersanding dengan program pemerintah. "Seperti dalam hal mengentaskan kemiskinan dan stunting. Jadi Baznas harus sejajar terus dan kita harus menghimpun sebanyak-banyaknya untuk membantu pemerintah menyelesaikan itu," lanjutnya.

Baca Juga : Launching Gebyar Nganjuk Berzakat 2023

Adapun beberapa layanan-layanan yang ada di baznas,. Yaitu disamping mengurus 8 asnaf juga mengurus muzakki (orang yang melaksanakan berzakat) maupun munfiq. "Disini Baznas memberikan kemudahan untuk muzakki membayar zakatnya dapat dengan melalui transfer atau cash. Selain itu juga menerbitkan NPWZ (Nomor pokok wajib zakat)," tutur Zainal. 

Dijelaskan Zainal, zakat merupakan sebagian rukun islam yang harus dilaksanakan, supaya muncul keberkahan dalam hidup kita, ada harta yang kita miliki sebagian adalah milik atau hak fakir miskin yang harus kita tunaikan.

Baznas memang lembaga yang menghimpun ZIS, terutama di Kabupaten Nganjuk adalah ada yang dari ASN, juga menghimpun dari Non ASN. penyaluran bantuan zakat utamanya diperuntukkan untuk muslim karena yang berkewajiban umat muslim. Akan tetapi tidak terjadi kemungkinan jika terjadi bencana yang besar dapat diberikan bantuan ke non muslim apabila memang betul-betul membutuhkan.

Baca Juga : Pimpinan Baznas Kabupaten Nganjuk Periode 2023-2028 Resmi Dilantik

"Apabila ada warga yang memang membutuhkan dalam kondisi kemiskinan yang parah bisa diajukan, kemudian nantinya akan dilakukan verifikasi dari tim baznas ke lapangan," lanjutnya. 

Kemudian, dikesempatan yang sama Zainal juga menjelaskan beberapa program di Baznas antara lain program Nganjuk cerdas dan program Beasiswa SKSS (Satu Keluaraga Satu Sarjana). 

"Program Beasiswa SKSS yaitu pembayaran UKT dan SPPnya dicukupi oleh Baznas. Jadi pihaknya tinggal kuliah saja," tambahnya. 

Sebagai penutup, Zainal berpesan kepada semua warga Nganjuk jika ingin menyalurkan zakat bisa melalui Baznas, karena Baznas merupakan lembaga resmi pemerintah yang penyalurannya tepat sasaran dan by data. "Mari gerakkan zakat, infaq, shodaqoh untuk gentaskan kemiskinan," tuturnya. (Cy/Kr)

0 Komentar