Kembangkan Budidaya Ikan Lele, Pemkab Nganjuk Lakukan Sosialisasi Sistem Bioflok

Kenalkan budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal bulat

Nganjuk, PING- Guna mengembangkan budidaya ikan lele di Kota Bayu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar kegiatan 'Sosialisasi Budidaya Ikan Lele dengan Kolam Bulat Terpal Sistem Bioflok' di Pendopo K.R.T Sosro koesoemo, Kamis(25/5/2023).

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah, menyampaikan beberapa poin penting manfaat penggunaan sistem bioflok pada budidaya ikan lele. "Salah satu solusi untuk menekan biaya budidaya ikan lele adalah dengan menyediakan pakan alami dalam media budidaya lele, yaitu dengan teknologi probiotik, yang kemudian dikenal dengan sistem bioflok," ujarnya.

Budidaya sistem bioflok adalah teknologi budidaya ikan untuk memperbaiki kualitas air dengan memanfaatkan bakteri heterotrof untuk mengubah N organik dan anorganik yang bersumber dari feses dan sisa pakan ikan menjadi biomasa (flok) yang dapat menjadi pakan alami bagi ikan.

Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk, Ketua Komisi DPRD II Nganjuk, Basori, Pengelola Pengawas Pembudidaya Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim, Sophie Maya P, dan peserta sosialisasi.

Nur Solekan menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas KPP yang sudah mengagendakan kegiatan sosialisasi dan sekaligus memberikan bantuan-bantuan bersama para kelompok pengelola budidaya Ikan.

Menurutnya budidaya ikan ini tidak boleh berhenti, usaha ini terus berlanjut, karena ini pijakan awal yang harus terus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk bisa tetap berkelanjutan.

Dirinya menyebut saat ini ada 13 kelompok yang sedang mengelola budidaya lele sistem bioflok. Melalui Pemkab Nganjuk, dia berharap nantinya semakin banyak kelompok yang mampu usaha sendiri sehingga bisa meningkatkan perekonomiannya.

"Tahun depan per kelompok harus bisa memproduksi ikan lele sendiri-sendiri. Tahun depan per kelompok harus bisa mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik. Terus meningkat dan meningkat," harapnya.

Lebih lanjut, Nur Solekan berharap nantinya kelompok-kelompok pembudidaya ikan, khususnya lele di wilayah Kabupaten Nganjuk bisa membuka peluang pemasaran sampai ke luar Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, Ketua Komisi DPRD II Nganjuk, Basori, mengatakan pengelolaan ikan lele secara bioflok merupakan program Pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Kami menyetujui manakala hal ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Mudah-mudahan tujuan ini bisa bermanfaat dan berkembang. Jika hasilnya memuaskan dan membantu akan kita tambah jumlah dan usahanya. Kegiatan ini benar benar harus diawasi dan dibina agar bisa berkembang," tuturnya.

Pada akhir acara, peserta diberi bingkisan berupa bantuan paket obat-obatan untuk budidaya lele dan peralatan perikanan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk. (Cy/kur/Nr)
 

0 Komentar