Kejaksaan Negeri Nganjuk Musnahkan 71 Barang Bukti Narkotika, Psikotropika, dan Senjata Tajam

Sebagai bentuk pelaksanaan dari perwujudan eksekusi tuntas Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan

Nganjuk, PING – Kejaksaan Negeri Nganjuk, selaku eksekutor perkara tindak pidana berdasarkan Undang-Undang, melakukan pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dengan total 71 perkara, diantaranya barang bukti narkotika, psikotropika, senjata tajam, dan barang bukti jenis lainnya periode Januari 2023 s/d Agustus 2023, Kamis (14/9/2023), di Empokan Adhyaksa Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Pemusnahan barang bukti tersebut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, para Kasi, Kasubagbin, para pegawai Kejaksaan Negeri Nganjuk, serta perwakilan dari Polres Nganjuk.

Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R), Jhonson Evendi Tambunan, menyampaikan bahwa barang bukti yang dihancurkan merupakan barang bukti perkara Tindak Pidana Umum yang melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Barang bukti dan rampasan yang dihancurkan antara lain sebanyak 13 (tiga belas) perkara narkotika dengan jumlah keseluruhan berat 36,72 gram beserta alat hisap sabu/bong. Selain itu, pil double L sebanyak 7.249 (tujuh ribu dua ratus empat puluh sembilan) butir dari 16 (enam belas) perkara yang melanggar Undang-Undang Kesehatan,” bebernya. 

Evendi Tambunan menyebut, pemusnahan tersebut juga dilakukan pada barang bukti dan barang rampasan dari sejumlah 42 (empat puluh dua) perkara kekerasan, pencabulan, penipuan, dan judi.

“Termasuk pemusnahan barang bukti dan barang rampasan yang melanggar Tindak Pidana Keamanan Negara dan Ketertiban Umum (Kamtibum) serta Tindak Pidana Orang dan Harta Benda (Oharda),” tutur Evendi.

Pihaknya juga menjelaskan barang bukti berupa Narkotika dan Psikotropika pemusnahannya dilakukan dengan cara diblender dengan air kemudian dibuang, sehingga tidak dapat digunakan lagi.

“Sedangkan barang bukti lainnya dilakukan pemusnahannya dengan cara  dibakar dan dihancurkan dengan mesin penghancur atau dibakar sehingga tidak dapat digunakan lagi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Alamsyah, secara simbolis menyalakan api dalam tumpukan barang bukti dan diikuti oleh para Kasi, Kasubagbin, para pegawai Kejaksaan Negeri Nganjuk, serta perwakilan dari Polres Nganjuk. Pelaksanaan pemusnahan barang bukti berjalan lancar, aman tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

(AL/YS/RL)

0 Komentar