Karnaval SMP/SMA Sedot Animo Masyarakat

Hidupkan Kawasan Ekonomi Nganjuk

Nganjuk, PING- Puncak keramaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia tertuang di sepanjang Jalan Ahmad Yani Nganjuk. Event yang selalu ditunggu masyarakat, saat peringatan 17-an adalah kegiatan pawai budaya dan pembangunan atau biasa dikenal dengan karnaval. Sejak siang masyarakat dan penjual kaki lima sudah memadati jalur yang dilalui pawai.

Sabtu (19/08/2023), Bupati Nganjuk memberangkatkan Pawai Budaya dan Pembangunan Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MK di Kecamatan Nganjuk. "Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan ini. Kepada masyarakat Nganjuk, marilah sama-sama nikmati event yang luar biasa ini dengan tertib," ungkap Kang Marhaen.

Hampir semua peserta menampilkan atraksi di depan tenda kehormatan, yang dihadiri oleh Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK, Sekretaris Daerah, dan Kepala OPD.

Masyarakat tampak berjubel di ruas sepanjang Jalan A. Yani, untuk dapat melihat secara langsung keramaian yang disajikan para peserta. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima, yang turut mengais rejeki pada kegiatan siang hari ini. "Saya sudah mathok'i panggon sejak pagi tadi mas, takut gak kebagian tempat," ungkap Wulandari (35) penjual es tebu asal Prambon ini.

Kegiatan ini tampaknya masih menjadi magnet bagi masyarakat dan para pedagang saat peringatan 17-an. Jalur Ahmad Yani yang merupakan jantung Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) menjadi padat dan ramai. Seluruh peserta sangat atraktif menampilkan karyanya. Mulai dari barisan bhinneka, barisan profesi, tari beserta pertunjukkan seni daerah. 26 peserta beriringan menampilkan yang terbaik dari siang hingga menjelang malam.

Namun tetap disayangkan kesadaran masyarakat yang menonton masih kurang peduli terhadap sampah. Usai karnaval tampak sampah berserakan di sepanjang jalur, dan sangat mengganggu keindahan. Semoga pada kegiatan berikutnya masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan. (ping)

0 Komentar