Kang Marhaen Kukuhkan Pengurus DPC HARPI Melati Periode 2022-2027

Mendukung Tingkatkan Tata Rias sebagai Upaya Pelestari Budaya Leluhur Kota Bayu

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA melantik sekaligus mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) “Melati” Kabupaten Nganjuk periode 2022-2027, Kamis (27/01/2022). Pelantikan itu menjadi bukti bahwa Plt Bupati Kang Marhaen mendukung tata rias sebagai upaya pelestarian budaya di Kota Bayu.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Nganjuk. Turut hadir sebagai undangan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, SH, MH. Kemudian Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) HARPI Jawa Timur Endah Setyowati. Serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen Djumadi, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

“Dengan ini saya resmi mengukuhkan pengurus DPC HARPI Melati Kabupaten Nganjuk periode 2022-2027 berdasarkan dengan surat keputusa  DPD Harpi Jawa Timur. Saya percaya bahwa saudara akan menjalankan tugas sebaik-baiknya dengan tanggung jawab yang telah diberikan,” ucap Plt Bupati Kang Marhaen saat prosesi pengukuhan.

Selaku pelindung DPC HARPI Melati Kabupaten Nganjuk, Kang Marhaen berpesan bahwa Kota Bayu ingin selalu aman dan kondusif. Sebab, Nganjuk merupakan milik bersama.

Untuk itu, Kang Marhaen berharap DPC HARPI Melati Kabupaten Nganjuk bisa menggali dan eksplor berbagai potensi terkait prosesi kemanten tradisional. Termasuk upacara adat asli Kota Bayu yang menjadi warisan budaya leluhur.

“Sehingga tidak sekadar membuat kegiatan. Setiap acara ataupun kegiatan itu harus ada maknanya. Perlu adanya seni budaya yang muncul di situ. Apalagi anak zaman sekarang yang taunya berbau modern, dan kurang begitu suka budaya tradisional termasuk pakainnya,” tambah Kang Marhaen.

Selain itu, ditambahkan Kang Marhaen, diharapkan DPC HARPI Kabupaten Nganjuk juga memiliki usulan untuk mengenakan pakaian tradisional di kantor setiap pekan atau dua pekan sekali, atau bahkan sebulan sekali.

Sehingga, pakaian tradisional yang dipakai hari ini, masyarakat Kabupaten Nganjuk bisa mengetahui. Sebab, berawal dari pakaian tradisional, bisa menggali budaya dan kostum tradisional. Sehingga potensi ekonomi, budaya, dan kebiasaan bisa terus terangkat dan lestari.

“Kami juga titip untuk DPC HARPI Kabupaten Nganjuk bisa menggali ciri khas temanten Nganjuk. Termasuk kami juga pesan agar HARPI semakin aktif, dengan menggelar pelatihan tentang tata cara rias yang baik dan benar. Dan masyarakat bisa menikmati hasil karya dari narasumber, maupun anggota DPC HARPI Kabupaten Nganjuk sendiri,” pesan Kang Marhaen. (El/Hs)

0 Komentar