Harga Bahan Pokok Tidak Sesuai HET, Disperindag dan Bulog Adakan Operasi Pasar Beras Medium

Distribusikan Empat Puluh Empat Ton Beras di Dua Puluh Lima Pasar Kabupaten Nganjuk

Nganjuk, PING- Pemkab Nganjuk terus upaya untuk menekan harga bahan pokok di pasaran yang melebihi harga eceran tertinggi (HET). Menindaklanjuti hal tersebut Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang bekerja sama dengan Bulog dengan Menggelar Operasi Pasar Beras di 25 pasar tradisional pada beberapa kecamatan di Nganjuk dengan total beras yang didistribusikan mencapai 44,970 ton, Senin (20/02/23).

Dijelaskan Kepala Disperindag Haris Jatmiko, giat operasi ini dilakukan pihaknya untuk menyetabilkan bahan pokok di pasaran dan menekan laju inflasi serta menjaga ketersediaan stok bahan pokok utamanya adalah beras.

"Terutamanya beras dengan tipe medium agar tidak melambung tinggi karena perlu kita ketahui bersama bahwa di dalam siskaperbako aplikasi sistem informasi ketersediaan bahan pokok untuk memonitor terkait harga sembako yang ada di Kabupaten Nganjuk," ucap Haris Jatmiko.

"Untuk harga dalam satu minggu terakhir beras medium mengalami peningkatan, tentu dalam hal ini saya melaporkan ke pak Plt Bupati lalu beliaunya memerintahkan kami untuk berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi dan Bulog untuk melaksanakan kegiatan operasi pasar yang bertujuan untuk menekan harga kenaikan beras yang hari ini mencapai Rp 12.000,-. per kilogramnya kalau sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) ini sebesar Rp 9.450,- per kg“ terangnya.

Beras bulog tipe medium

Haris juga menyampaikan, hari ini Disperindag melaksanakan kegiatan operasi pasar di 25 pasar dengan menyasar para pedagang maupun pengecer dengan harapan kedepannnya bisa menekan harga beras. Beras dari bulog tersebut dijual kepada pedagang/pengecer dengan harga per kg Rp.8.600,- kemudian diharapkan masyarakat dapat membelinya dengan harga Rp. 9.450,- per kg nya.

"Ini tidak berhenti di sini saja dikala nanti masih belum ada kesetabilan harga mendekati ataupun sama sesuai HET yang ada. Ini nanti kita akan melaksanakan juga kegiatan operasi pasar di kecamatan-kecamatan yang tidak ada pasar rakyatnya. Paketan bulog ini satu saknya sebanyak 5 kg harganya dari pihak bulog sebesar Rp. 43.000,- harapanya para pedagang menjual di harga Rp. 47.000,- per sak untuk masyarakat“ ujar Haris.

Pada kesempatan yang sama Erfin Junaidi selaku Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan menuturkan bahwa operasi ini merupakan kegiatan rutin Disperindag dengan melihat situasi yang ada di masyarakat. "Untuk mengantisipasi lonjakan beras medium, karena mengingat  sebentar lagi mau bulan ramadhan. Disini peran pemerintah hadir menstabilkan harga agar tidak terjadi inflasi, masyarakat juga mendapat harga terjangkau dalam membeli kebutuhan pokok,“ pungkasnya.

Untuk pengawasan didalam penjualan yang dilakukan oleh para pengecer maupun pedagang, Disperindag akan memasang banner yang tokonya menerima beras dari hasil operasi. Kemudian disosialisasikan bahwa untuk harga beras sebesar Rp. 47.000 untuk 5kg dalam satu sak. Tentunya masyarakat diharapkan bisa mengetahui jika ada kejanggalan dalam harga beras melebihi  HET (Harga Eceran Teertinggi) lalu melaporkan ke Pengelola Pasar agar diteruskan kepada Disperindag untuk langsung dicek ke lokasi. Jika memang benar terjadi kejanggalan maka akan di-stop pendistribusian beras bulog ke toko tersebut.

Proses pendistribusian beras bulog dengan garha sesuai harga eceran tertinggi (HET) di Pasar Wage

Sebagai informasi selain kegiatan operasi beras hari ini, Disperindag juga akan melaksanakan kegiatan operasi minyak goreng 'minyakita' yang dilaksanakan di beberapa pasar dengan total distribusikan kepedagang setiap harinya sebanyak 60 karton yang isinya ini sebanyak 12 pcs untuk setiap karton.

(RL/AR)

 

0 Komentar