Hadiri Pelatihan Pembuatan Brambang Goreng, Bupati Marhaen: UMKM Harus Kita Gerakkan

Sebanyak 75 pelaku UMKM hadir dalam pelatihan pembuatan brambang goreng

Nganjuk, PING- Bawang merah merupakan salah satu produk unggulan yang ada di Kabupaten Nganjuk, salah satunya diolah menjadi bawang merah goreng (brambang). Seperti saat ini, Kamis (21/09/2023) bertempat di Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Nganjuk sedang diadakan pelatihan pembuatan brambang goreng dengan mengundang Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Marhaen mengatakan tugas pokok dari kepala daerah selain melayani masyarakat juga harus bisa menyejahterakan masyarakatnya. Salah satunya dengan mengembangkan produk UMKM.

“Alhamdulillah sekarang ini berkat dari kerjasama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dengan beberapa toko besar di Nganjuk bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi,” tutur Kang Marhaen.

Selain masuk di marketplace Nganjuk, beberapa olahan UMKM juga banyak dipamerkan di berbagai acara. Dengan begitu, besar harapannya produk UMKM bisa dikenal oleh masyarakat, baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Marhaen berharap untuk semua produk olahan Nganjuk bisa dikembangkan terus menerus. “UMKM harus kita gerakkan mulai dari daerah sendiri. Jenengan juga harus bisa membaca apa saja yang dibutuhkan masyarakat dan segmen pasar yang digarap dengan mempelajari 4C, yaitu customer, company, competitor, dan change,” sambungnya.

Sementara itu, Cuk Widiyanto, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Nganjuk menyampaikan, selain membuat brambang goreng orisinal juga brambang goreng dengan berbagai macam rasa. Hal tersebut sebagai bentuk inovasi dan kreativitas dari pelaku UMKM untuk membuat brambang goreng yang berbeda.

“Selama ini kita mempunyai komunitas brambang dan harus kita besarkan. Menjualnya tidak hanya di Nganjuk, tetapi juga harus bisa sampai keluar Nganjuk bahkan ke luar pulau,” tuturnya.

Cuk Widiyanto membeberkan bahwa selama setiap 10 hari brambang goreng dikirim ke pulau Kalimantan sebanyak 1 ton. 1 ton identik dengan 3,5 - 4 ton brambang mentah sehingga 1 bulan bisa sampai 12 ton brambang mentah.  

“Ini salah satu motivasi agar pelaku UMKM brambang goreng mempunyai semangat untuk menjual dan kita berupaya agar selalu membantu bagaimana brambang goreng tersebut bisa terus eksis,” sambungnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar semua pelaku UMKM walaupun tidak semuanya membuat brambang goreng tetapi tetap termotivasi untuk menciptakan inovasi baru. Seperti di masa covid-19 yang eksis  saat ini adalah UMKM-nya.

Sebagai informasi, hadir dalam pelatihan tersebut sebanyak 75 pelaku UMKM dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sukomoro, Kecamatan Gondang dan Kecamatan Rejoso. (CY/CS)

                                  

0 Komentar