Gowes Bareng Kang Marhaen Bersama Gempur Rokok Ilegal di Kota Bayu

Nganjuk bersepeda bersama Plt Bupati Nganjuk dalam rangka sosialisasi gempur rokok illegal, HUT ke 51 KORPRI, HUT Ke 77 PGRI, Hari Guru Nasional Ke 29, Hari Kesehatan Ke 58, dan HUT Ke 23 Dharma Wanita Persatuan

NGANJUK,PING- Masyarakat Kabupaten Nganjuk sangat antusias mengikuti Gowes bersepeda bareng Plt Bupati Nganjuk Kang Marhaen, Minggu (27/11/2022) dengan hadiah utama satu unit sepedah motor. Kang Marhaen memberangkatkan langsung peserta Nganjuk bersepedah dari Halaman Gor Bungkarno Nganjuk.

“Kegiatan ini adalah dalam rangka gempur rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk termasuk juga peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur. Tolong jaga kemanan, kenyamanan, dan selalu kondusif. Biar Nganjuk selalu aman, tentram dan barokah, kata Kang Marhaen memberangkatkan para peserta gowes bareng.

“Selain itu kegitan ini juga dalam rangka HUT Ke 51 KORPRI, HUT Ke 77 PGRI, Hari Guru Nasional Ke 29, Hari Kesehatan Nasional Ke 58, dan HUT Ke 23 Dharma Wanita Persatuan. Selamat dan sukses untuk semuanya,” tambahnya.

Gowes bareng Nganjuk bersepedah diikuti oleh ribuan masyarakat dan kalangan komunitas sepeda, dari dalam dan luar Kabupaten Nganjuk. Beragam kostum digunakan oleh mereka yang mengikuti sepeda bareng Plt Bupati Nganjuk. Mulai dari kostum tokoh pahlawan, adat dan budaya mewarnai acara Nganjuk bersepeda Gempur Rokok Ilegal bersama Plt Bupati Nganjuk dan Forkopimda Nganjuk.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk, Suharono menyampaikan sosialisasi ketentuan cukai melalui Gowes Bareng Nganjuk Bersepeda, bertujuan sebagai pengawasan terhadap penyebaran rokok ilegal yang ada di Kabupaten Nganjuk, dengan slogan “Gempur Rokok Ilegal”.

“Tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi kepada seluruh kalangan masyarakat  di Kabupaten Nganjuk ini tentang ciri-ciri dan bahaya rokok ilegal,” pungkasnya.

Ditambahkan Suharono, kegiatan dengan tema nganjuk bersepeda ini dapat sukses terselenggara berkat kerjasamanya dengan Kantor Bea Cukai Kediri. Juga bersamaan dengan peringatan HUT KORPRI, PGRI, Hari Guru Nasional, Hari Kesehatan Nasional, dan HUT Dharma Wanita Persatuan. Semuanya ikut menyukseskan kegiatan kita pada pagi hari ini,” tegasnya menyebut kegiatan ini juga didukung oleh KORPRI, PGRI, Dinas Kesehatan, dan Dharma Wanita Kabupaten Nganjuk.

Suharono juga menjelaskan selain dalam rangka menggempur rokok ilegal dengan sosialisasi cukai dan rokok ilegal. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai ajang mengenalkan ikon-ikon yang mejadi kebanggan Kabupaten Nganjuk melalui rute bersepeda. Karena sepanjang rute, peserta gowes akan melihat ikon-ikon Nganjuk.

“Pandan Wilis, Brambang, Kota Angin, Stadion Anjuk Ladang, Jl A Yani, Tugu Jayastamba dan finish sampai Gor Bung Karno kembali,” jelasnya sembari mengimbau masyarakat untuk tidak merokok rokok ilegal tanpa pita cukai.

“Selain tidak sehat, merokok ilegal juga merugikan negara. Karena pajaknya tidak masuk ke dalam kas negara,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan Gowes Bareng, Forkopimda, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala Perangkat Daerah, para Asisten Bupati, Camat, dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten dan di tingkat Kecamatan juga hadir megikuti. Serta hadir sebagai narasumber perwakilan dari Kantor Bea Cukai Kediri.

Hendratno, perwakilan dari Kantor Bea Cukai Kediri menjelaskan tentang bagaimana mengenali ciri-ciri rokok ilegal. Masyarakat dapat mengenali ciri-ciri rokok ilegal, antara lain adalah rokok polos, atau rokok tanpa pita cukai.

Kemudian, rokok dengan pita cukai palsu atau tidak menggunakan pita cukai yang diproduksi oleh pemerintah sebagai pelunasan cukai. Selanjutnya, rokok dengan pita cukai bekas yaitu menggunakan pita cukai bekas dengan menempelkan kembali dari bungkus rokok lain ke bungkus rokok baru. Serta rokok dengan pita cukai salah personalisasi, yaitu pita cukai salah tidak sesuai peruntukannya.

“Monggo kita bareng-bareng lawan rokok ilegal. Laporkan kepada kami (Kantor Bea Cukai Kediri) atau bisa juga lapor bapak Kepala Desa dan Satpol PP Nganjuk, apabila bapak dan ibu mengetahui atau melihat langsung peredaran rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk ini,” imbau Hendratno.

Baca Juga:

 

0 Komentar