Gandeng Bea Cukai Kediri, Pemkab Nganjuk Amankan 13.965 Batang Rokok Ilegal

Dilaksanakan secara langsung di lapangan. Selain sidak, sosialisasi juga diberikan kepada masyarakat agar tidak menjual dan mengonsumsi rokok ilegal

Nganjuk, PING- Dalam upaya penekanan peredaran rokok ilegal di Kabupten Nganjuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama Kantor Bea Cukai Kediri lakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah toko dan kios yang menjual rokok.

Tim Gabungan yang terdiri dari Kantor Bea Cukai Kediri, Polres Nganjuk, Kodim Nganjuk, Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang), Satpol PP, dan Diskominfo ini melaksanakan operasi selama 4 hari (7/8 s.d 10/8) serta berhasil mengamankan 13,965 batang rokok ilegal.

Baca Juga : Gandeng Awak Media, Pemkab Nganjuk Berkomitmen Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Hal tersebut disampaikan Kepala Satpol-PP Kabupaten Nganjuk, Suharono, sebagai pihak yang ditugaskan untuk menekan pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk, saat press release di Aula Satpol-PP Nganjuk, Kamis (10/08/2023) siang, menyatakan dengan adanya temuan tersebut menandakan bahwa masih terdapat peredaran rokok ilegal di wilayah Nganjuk.

Tim Gabungan antara Bea Cukai Kediri dan Pemkab Nganjuk melakukan sidak rokok ilegal di toko

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Nganjuk, apabila menemukan toko maupun penjual rokok tanpa cukai agar melaporkan ke Kantor Sapol-PP maupun Kantor Bea Cukai Kediri atau melalui Bravo Kediri di nomor 0813 3567 2009. “Ini sebagai upaya untuk pengawasan kita dan menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk,“ tandasnya.

Baca Juga : Tingkatkan Keterampilan Pencaker, Disperindag Gelar Pelatihan Bagi Pelinting Rokok di Nganjuk

Barang bukti yang ditemukan tim gabungan selanjutnya didata dan diamankan kemudian diserahkan ke Bea Cukai. “Sementara untuk pedagang kami berikan pembinaan dengan membuat surat pernyataan, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya (menjual rokok ilegal). Karena itu melanggar hukum dan cukainya tidak bisa masuk kas negara,” imbuhnya.

Selain melakukan sidak, tim gabungan juga bertugas memberikan edukasi kepada pedagang tentang rokok legal dan ilegal

Dalam kesempatan yang sama, Wayan Erri, selaku Fungsional Ahli Pertama dari Kantor Bea Cukai Kediri mengungkapkan bahwa dengan kegiatan seperti ini pihaknya bisa memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung mengenai perbedaan rokok ilegal dan legal. Dengan demikian, tentunya diharapkan pedagang hanya menyediakan rokok legal dan menolak ketika ada yang menawarkan rokok ilegal.

“Kami berharap dengan kegiatan seperti bisa mengurangi peredaran rokok ilegal, bahkan kami berharap rokok ilegal bisa habis dari peredaran,” terang Erri.

Perlu diketahui ada 4 ciri rokok ilegal yakni rokok polos atau rokok tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai salah peruntukkannya.

0 Komentar