Fetival Jamu Gendong Warnai HKN Ke 59 di Kabupaten Nganjuk

Pj. Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna : Bangkitkan Eksistensi Jamu Tradisioanal, Minuman Jamu Gendong

Nganjuk, PING- Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna hadir dan meninjau langsung lomba Festival Jamu Gendong dengan tema “Warisan Budaya Indonesia Kaya Akan Manfaat Padat Akan Khasiat” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (12/11/2023) di Alun-alun Nganjuk.

Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 59 di Kota Angin. Diikuti oleh 20 Puskesmas dan masyarakat umum. Mereka berlomba meracik jamu, hingga mendesain stand seunik mungkin.

Sri Handoko Taruna mengunjungi satu persatu stand jamu gendong yang menjajakan berbagai minuman tradisional dengan bebagai manfaat dan khasiat. Tak lupa, Sri Handoko juga mencoba meminum langsung jamu yang disediakan di masing-masing stand jamu gendong.

“Ini jamu apa?,” tanya Pj.bupati., “Jamu pegal linu pak?,” jawab ibu penunggu stand bazar jamu gendong., “enak ya rasanya, hangat, mantap !,” saut Pj.bupati usai meminum langsung jamu sediaan.

Menurut Sri Handoko, jamu atau minuman herbal merupakan budaya tradisional Indonesia khusunya di wilayah Jawa yang harus terus dilestarikan. Minuman tradisional jamu, juga dipercaya masyarakat mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Baca Juga: Peringati HKN 59, Pj Bupati: Momentum Bersama Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

“Festival jamu gendong ini merupakan upaya nguri-nguri budaya tradisi turun-temurun yang menurut kami, banyak khasiat dan manfaatnya bagi kesehatan. Salah satu hal yang bisa kita lihat saat ini, yang mengikuti kontes jamu gendong ini masyarakat Kabupaten Nganjuk sangat antusias sekali dan luar biasa. Serta ini menunjukkan bahwa kabupaten Nganjuk memiliki potensi tentang jamu gendong,” tuturnya.

Sri Handoko mengapresiasi event unik yang diselenggarakan oleh Dinkes Nganjuk tersebut. Pun sukses telah menginisiasi bagaimana jamu gendong ini dapat kembali eksis. “Jamu gendong, tradisi turun-temurun bisa merakyat kembali bagi warga masyarakat Nganjuk dan harus terus dilestarikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sri Handoko menuturkan, produk jamu gendong juga harus terus mampu berkreasi seiring perkembangan zaman. Menyajikan dan menampilkan kemasan moderen untuk dipasarkan.

“Produk jamu gendong atau pelaku UMKM jamu, mulai dari kemasan dan penyajiannya harus selalu inovatif. Dilengkapi dengan informasi halal, IRT, NIB. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik, bisa dipasarkan kepada masyarakat. Dan masyarakat tanpa ragu akan membeli (karena sudah dilebeli lengkap dan resmi),” pungkasnya. (ZK/AF)

0 Komentar