DLH Kabupaten Nganjuk Sosialisasikan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Antisipasi dan kurangi resiko terjadinya pencemaran lingkungan akibat limbah berbahaya

Nganjuk, PING- Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peraturan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Pemda Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan sosialisasi kelola lingkungan hidup bagi pelaku usaha penghasil limbah B3 dan pemanfaatan laboratorium Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Nganjuk, bertempat di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk. Selasa (21/02/2023).

Bahan Berbahaya dan Beracun atau sering disingkat dengan (B3) adalah zat, energi, dan komponen lain yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Baca Juga : Jumat Bersih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ajak Masyarakat Untuk Gotong Royong

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekda Nganjuk, Nur Solekan dan dihadiri perwakilan perusahan, perwakilan puskesmas, dan perwakilan dari klinik yang ada di Kabupaten Nganjuk dengan narasumber dari Kepala UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan B3 di masing-masing perusahaan dan puskesmas serta pelaku usaha di daerah Kabupaten Nganjuk, sehingga dapat mengurangi limbah yang merugikan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya Sekda Nganjuk mengatakan bahwa penanganan limbah B3 menjadi salah satu perhatian Pemda Kabupaten Nganjuk, “Saya menghimbau agar para pelaku usaha untuk sama-sama melaksanakan pengelolaan limbah dengan benar dengan mengantisipasi serta mengurangi resiko terjadinya pencemaran lingkungan akibat limbah berbahaya,” ujarnya.

“Mengingat sifatnya yang berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah B3 perlu dilakukan dengan seksama, sehingga setiap orang atau pelaku usaha yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan terhadap limbah B3 yang dihasilkannya. Pengelolaan limbah B3 terdiri dari penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan. Untuk memastikan pengelolaan limbah B3 harus dilakukan dengan tepat dan untuk mempermudah pengawasan, maka setiap kegiatan pengelolaan limbah B3 wajib memiliki izin,” jelas Nur Solekan.

“Mari kita bersama-sama mengelola limbah B3 ini dengan baik dan saya berharap mulai tahun ini silahkan dirumuskan untuk mengurus izin pendirian pengelolaan limbah B3 di Kabupaten Nganjuk,” tegas Sekda Nganjuk.

Selanjutnya kegiatan ditutup dengan materi yang di paparkan oleh narasumber dari Kepala UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup, Titik Nurhayati (Ys/kur)

 

Baca Juga : Dinas Lingkungan Hidup Buka Pengaduan Pohon Rawan Tumbang

0 Komentar