Disperindag Jaga Stabilisasi Harga Pangan dengan Operasi Beras SPHP

Disperindag pastikan stok beras medium aman sampai tahun depan

Nganjuk, PING- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk berkesempatan untuk memberikan sosialisasi sekaligus menyampaikan beberapa informasi terkait dengan ketersediaan stok dan perkembangan harga beras, khususnya ini adalah beras medium, dalam talkshow di program Dinamika, RSAL FM Nganjuk, Kamis (26/10/2023).

Talkshow yang dihadiri oleh Penguji Mutu Barang Ahli Muda Disperindag Nganjuk, Nanang Trisno Susilo, tersebut mengusung tema operasi pasar beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan).

Operasi pasar beras SPHP merupakan kerjasama Disperindag, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, dan Bulog. Bulog mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyediakan stok dan mengatur tentang regulasi harga beras medium.

Beras di Disperindag sesuai dengan aturan yang diterbitkan oleh Badan Pangan Nasional dibagi menjadi 2, yaitu beras medium dan beras premium. Sesuai regulasi, beras medium adalah beras yang bulir pecahannya maksimal 25 persen, sedangkan beras premium pecahannya maksimal 15 persen.

“Operasi beras SPHP dilakukan karena 2 bulan terakhir ini masyarakat menyebut ada peningkatan harga, yakni beras medium,” ujar Nanang.

Hal tersebut dilatarbelakangi Badan Pangan Nasional yang menerbitkan penyesuaian harga gabah dari petani yang awalnya berkisar Rp4000 atau Rp5000 per kilogram, sekarang disesuaikan HPP-nya meningkat menjadi Rp7000, bahkan yang di masyarakat bisa sampai Rp8000.

Dua OPD yang bertugas terkait dengan kegiatan penyediaan stabilisasi harga beras, yakni Disperindag dan Dinas KPP memiliki tugas fungsi berbeda. Disperindag lebih fokus mengadakan jenis operasi pasar atau stabilisasi di pasar (pedagang yang ada di pasar tradisional), sedangkan kegiatan yang langsung kepada masyarakat ranahnya masuk ke Dinas KPP.

Jadi, penugasan Disperindag hanya memastikan bahwa stok beras SPHP milik Bulog di pasar tetap ada dan harga tetap sesuai yang ada yaitu HET-nya maksimal Rp10.900 per kilogram. Perlu diketahui bahwa upaya stabilisasi tidak hanya beras ada juga komoditi-komoditi pangan yang lain.

“Mekanismenya adalah para pedagang pasar sebagai mitra Bulog. Jadi, mereka melakukan MOU dengan Bulog. Disperindag hadir ditengah proses MOU bertugas mengatur, mengawasi, distribusi, dan penjualannya kepada mitra pasar,” jelasnya Nanang. 

Pendistribusian sudah dilakukan hampir menyeluruh di beberapa pasar besar Kabupaten Nganjuk, mulai bulan Juli sampai September sudah dilakukan dropping di Pasar Jekek Baron, Pasar Baron, Pasar Warujayeng, Pasar Berbek, Pasar Loceret, Pasar Wage Nganjuk, dan Pasar Bagor.

Dikatakan Nanang apabila masyarakat menemukan kondisi beras SPHP yang dibeli tidak sesuai atau tidak bagus, masyarakat bisa melaporkan dengan menyertai foto dan video untuk ditindaklanjuti oleh Disperindag.

Dirinya memastikan stok beras medium aman sampai tahun depan. Oleh karena itu dirinya berpesan masyarakat tidak perlu panic buying, lalu membeli beras dalam jumlah yang berlebihan untuk disimpan atau ditimbun. Menimbun bisa mengurangi mutu dari beras jadi beli secukupnya saja. (Yos/Kr)

0 Komentar