Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk Menjadi Narasumber dalam Webinar DP3AK Seri ke-77

Webinar tersebut bertujuan untuk mengenalkan program unggulan Kabupaten Nganjuk yang bernama SAPA MAMA

Nganjuk, PING- Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk berkesempatan menjadi narasumber dalam Webinar SAPA DP3AK seri ke-77, bertempat di Ruang Rapat Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk pada Senin (25/9/2023).

Webinar yang dilaksanakan secara daring bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur (DP3AK) ini diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Sosial PPPA se-Provinsi Jawa Timur.

Semangat pagi DP3AK atau disebut SAPA DP3AK merupakan salah satu program di Jawa Timur dalam upaya tangkas tuntas mengatasi masalah perempuan & anak melalui webinar atau program Youtube.

Menurut Restu Novi Widiani selaku Kepala DP3AK Jatim, pihaknya berupaya untuk terus memberikan sosialisasi tentang siapa itu DP3AK dan tupoksinya, supaya bisa menekan angka permasalahan perempuan dan anak yang semakin marak terutama kekerasan.

Di Kabupaten Nganjuk sendiri, Dinas Sosial PPPA mempunyai program unggulan yang disebut Sekolah Perempuan, Anak, dan Masyarakat Marginal (SAPA MAMA) yang merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam rangka memajukan kaum perempuan, anak, dan masyarakat marginal.

Melalui webinar ini, Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk mengenalkan lebih dalam tentang apa itu SAPA MAMA. Darmantono, Kepala Dinas Sosial dan PPPA Kabupaten Nganjuk, menyebutkan bahwa SAPA MAMA di Kabupaten Nganjuk sudah sangat berkembang.

Hal ini terbukti dari beberapa prestasi yang diraih, sehingga Kabupaten Nganjuk sudah berhasil naik kelas dari pratama menjadi madya.

Lebih lanjut, Darmantono mengatakan Nganjuk sangat responsif dengan adanya program-program dari DP3AK Jatim. “Alhamdulillah melalui program yang bernama SAPA MAMA ini Nganjuk semakin berkembang. Kemarin Nganjuk sudah melaksanakan wisuda SAPA MAMA sekitar 90 orang. Ini merupakan salah satu antusias pemerintah desa dalam kegiatan tersebut dan melalui dana desa mereka mampu membentuk kegiatan SAPA MAMA,” tuturnya.

Darmantono mengatakan kegiatan SAPA MAMA ini tidak bertepuk sebelah tangan. Semua pihak di Pemerintah Kabupaten Nganjuk termasuk stakeholder ikut turut serta membantu kegiatan tersebut untuk kesetaraan gender.

Sementara itu, Susilowati selaku Ketua PKK Desa Candirejo, Kecamatan Loceret menjelaskan bahwa program SAPA MAMA di Desa Candirejo sudah berjalan selama 2 tahun dengan pertemuan 1 bulan sebanyak 2 kali.

Dia menyebutkan dengan adanya kegiatan SAPA MAMA ini bisa terintegrasi. “Sebelumnya SAPA MAMA di desa kami ini diawali dengan pendataan dari berbagai elemen, dari pendataan itu kami bisa mengangkat isu yang ada di desa kami. Kemudian, didirikan Rumah SAPA yang mana di dalamnya banyak kegiatan yang diayomi, seperti keterampilan dan permainan zaman dulu,” terang Susilowati.

Selain itu, dengan adanya SAPA MAMA, masyarakat yang ada di desa juga sudah berinovasi dengan mendirikan beberapa sanggar untuk anak-anak, seperti sanggar tari, sanggar seni rupa, sanggar olahraga, dan sanggar senam.

“Itu salah satu inovasi kami untuk anak-anak agar waktu yang dipunya bisa bermanfaat. Hal inilah yang bisa mengurangi angka potensi kenakalan remaja,” tuturnya. (CY/KUR)

0 Komentar