Dinas Perkim Berupaya Meningkatkan Rumah Layak Huni Untuk Masyarakat Kota Angin

Melalui Program RTLH dan CSR dari Asosiasi Paguyuban Pengembang Nganjuk

NGANJUK, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus mendorong peningkatan rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni, melalui berbagai sumber penganggaran.

Salah satunya melalui kerja sama dengan pihak Asosiasi Paguyuban Pengembang Nganjuk (PPN), yakni melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Nganjuk, Agus Frihannedy saat menyerahkan secara simbolis bantuan program CSR untuk peningkatan RTLH  di Aula Dinas Perkim, pada Rabu (26/10/2022).

Baca Juga : Manfaatkan Dana DBHCHT, Dinas PRKPP Nganjuk Bangun PSU Untuk Warga Terdampak Bendungan Semantok

Dalam sambutannya, Agus Frihannedy mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung pemerintah daerah untuk mendorong pemenuhan peningkatan rumah tidak layak huni bagi masyarakat di Kota Angin.

“Semoga program CSR bantuan peningkatan rumah tidak layak huni ini bisa memberikan manfaat bagi warga penerima dan bisa digunakan untuk merenovasi rumahnya agar menjadi rumah layak huni” ucap Agus Frihannedy.

Menurut Agus Frihannedy, penyerahan bantuan ini sebagai upaya pemerintah untuk membantu warga penerima Program RLTH agar bisa meneruskan pembangunan rumahnya. 


Secara simbolis, Asosiasi PPN dan Kepala Dinas Perkim serahkan bantuan kepada Bapak Slamet warga Ngadirejo, Tanjunganom

“Karena sebelumnya, ada dua calon penerima bantuan yang mundur dikarenakan keterbatasan biaya. Untuk itu, kami berupaya  berkoordinasi dan komunikasi dengan Asosiasi PPN ini, agar membantu secara swadaya dalam penanganan RLTH ini,“ tandasnya.

Baca Juga : Kelurahan Kartoharjo Jadi Sasaran Program KOTAKU Tahun 2021

Alhamdulillah setelah disetujui, dua warga penerima yakni Bapak Slamet dan Ibu Parini mendapat bantuan masing-masing sejumlah sepuluh juta rupiah dari Asosiasi PPN ini.

“Jadi total yang mereka terima ada 27,5 juta rupiah, yakni sebesar 17,5 juta rupiah dari Program RLTH dari APBD dan 10 juta rupiah dari CSR,“ pungkas Agus Frihannedy.

Lebih lanjut Agus Frihannedy, menyampaikan bahwa pada kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan bantuan sosial kepada korban bencana di Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga : Atasi Banjir, Dinas PRKPP/Perkim Lakukan Pembersihan Drainase

"Yakni, kepada Mas Edi warga Blitaran Sukomoro sebesar 20 juta rupiah dan Bapak Gito warga Bajulan Loceret sebesar 7,5 juta rupiah. Memang beda nominalnya, karena penerimaan tersebut sesuai dengan assestment bencana yang dialami beliau," tutupnya.

Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut pejabat Dinas Perkim Kabupaten Nganjuk, Asosiasi Paguyuban Pengembang Nganjuk (PPN), Kepala Desa setempat dan warga penerima bantuan. (Hs/Ys)

0 Komentar