Cegah Stunting, Yuni Marhaen Bagikan Tips Olah Makanan Sehat

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan laksanakan pelatihan olahan pangan non beras dan terigu berbahan ikan, tepung mocaf dan tepung jagung

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) menggelar pelatihan olahan pangan non beras, terigu berbahan ikan, tepung mocaf, dan tepung jagung dalam rangka percepatan penurunan angka stunting, di Kantor Desa Jegreg, Kecamatan Lengkong, pada Senin (29/05/2023).

Hadir dalam acara Dinas KPP tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhaen, narasumber dari BPOM Surabaya, Rita Yustiarni, Sub Dinas Kesehatan, Nanik Dwi Astuti, dan Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Inayati Dyah Pratiwi, serta Chef  Titin dari UD. Titin Jatirejo, Nganjuk.

Baca Juga : Pemkab Nganjuk Komitmen Turunkan Stunting, Kang Marhaen: 15-14 persen Tahun 2023

Hadir pula perwakilan dari pengurus kecamatan, desa, dan peserta 50 orang yang terdiri dari ibu hamil dan menyusui, kader Posyandu, dan kader PKK Desa Jegreg, Kecamatan Lengkong.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhaen, mengatakan bahwa sosialisasi serta pelatihan olahan pangan sehat dilaksanakan dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Nganjuk.

Alasan memilih Desa Jegreg Yuni Marhaen menjelaskan bahwa kebetulan di desa tersebut masih banyak ditemukan keluarga berisiko stunting. Untuk itu, sebagai upaya pencegahan pemerintah melaksanakan pelatihan ini serta edukasi gerakan gemar makan ikan untuk membantu memangkas angka stunting.

“Karena perlu diketahui angka stunting di Kabupaten Nganjuk masih cukup tinggi, untuk mengejar target di tahun 2024 harus di angka 14 persen, perlu dilakukan upaya–upaya oleh pemerintah daerah, salah satunya yakni melalui kegiatan ini,“ terangnya.

Baca Juga : Bersinergi Turunkan Stunting, Kang Marhaen Sosialisasikan Gemarikan Kepada Masyarakat Bajang Ngluyu

Lebih lanjut Yuni Marhaen mengatakan bahwa dalam pelatihan ini ada empat menu yang diajarkan secara langsung oleh narasumber. Diantaranya, pembuatan puding berbahan dasar kacang hijau serta bolu kukus yang berasal dari ketela ungu.

“Ketiga, membuat empek-empek yang menggunakan bahan dasar ikan non terigu atau dari tepung tapioka, terakhir adalah pembuatan pizza dari tepung kentang dan topingnya dari ikan lele,“ tandasnya

Yuni Marhaen berharap dengan adanya pelatihan olahan makanan sehat ini memberikan manfaat untuk masyarakat dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Sehingga bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Nganjuk. Khususnya di desa Jegreg, Kecamatan Lengkong ini,“ imbuhnya. (Hs/Ys/Nr)

0 Komentar