Bupati Nganjuk : Kurikulum Merdeka Orientasinya pada Proses Pembelajaran yang Menyenangkan

Diikuti 607 guru/kepala sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Nganjuk

Nganjuk, PING- Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar Tahun 2023 di Aula SMP Negeri 6 Nganjuk, Rabu (6/9/2023).

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk itu, akan digelar selama 4 hari mulai tanggal 25 September-28 September 2023.

Turut menghadiri acara pembukaan yakni, Kepala Dinas Pendidikan, Cabdisdik Jawa Timur wilayah Kabupaten Nganjuk, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Bidang PAUD TK pendidikan non formal, Ketua MKKS SD negeri/swasta, Ketua MKKS SMP negeri/swasta, Kepala SD negeri/swasta se-Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga : Semarakkan HUT ke 78 RI, Dispendik Nganjuk Gelar Lomba Basket Tingkat SMP

Dihadapan para guru, Kang Marhaen menyampaikan bahwa kurikulum merdeka orientasinya adalah bagaimana menciptakan sistem pembelajaran yang asik. Artinya para siswa menikmati satu persatu pelajaran yang diberikan oleh gurunya. "Maka pendidikan dalam proses pengajaran itu harus menyenangkan, ini prinsip dasar dalam kurikulum merdeka, guru SD harus menjadi pondasi yang betul," tutur Kang Marhaen.

Dalam proses mengajar, dia menekankan kepada para guru/ Kepsek untuk menggunakan mind mapping/peta konsep agar anak didiknya dapat memahami dengan mudah materi yang diberikan oleh guru.

"Guru harus gunakan peta konsep serta bisa mengajar poin-poin pentingnya, utamakan dalam pendidikan itu life for education/hidup untuk belajar dan pendidikan itu adalah proses pendewasaan (sesuaikan pendidikan dengan usia anak)," urainya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen mengajak seluruh guru se-Kabupaten Nganjuk untuk mewarnai Nganjuk dengan jiwa guru. Meskipun kurikulum selalu berganti, namun dia ingin para guru tetap memiliki jiwa guru yang mampu menggali potensi anak didiknya, membangun rasa percaya diri, dan membangun jiwa tanggung jawab anak didiknya. 

Baca Juga : Kobarkan Semangat Nasionalisme, Kadisdik Nganjuk Berangkatkan Gerak Jalan Tingkat SMP/SMA

"Ayo kita warnai Nganjuk dengan jiwa guru, maka kurikulum merdeka sebenarnya bagaimana intinya anak- anak itu lebih fokus ke pengembangan otak kanan. Anak-anak dituntut bisa menggali potensi, punya kesadaran akan diri sendiri, percaya diri, dan punya rasa tanggung jawab. Jadi, esensinya disitu," ungkapnya.

Selain itu, Bupati Nganjuk tersebut lantas memberikan arahan kepada seluruh guru untuk mendorong anak didiknya dalam berkreasi dan berinovasi. Dia mencontohkan pemuda berprestasi asal Desa Pandantoyo-Kertosono, Ramadhita Putra Purnomo, dalam ajang Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2023.

Inovasi teknologi yang diciptakan yakni penjernihan minyak jelantah dari karbon aktif kulit bawang merah dengan nama kerennya 'ABANG SAYANG’ dengan arang brambang saring minyak jadi terang (bening). 

"Alhamdulillah, pemuda pelopor Nganjuk sudah 3 kali ini maju ke tingkat nasional. Tahun ini ada Ramadhita Putra asal Pandantoyo yang akan maju ke tingkat nasional, berjuang untuk Nganjuk. Maka, berilah rangsangan anak-anak untuk berkreasi dan berinovasi, sehingga mampu merajut prestasi demi prestasi. Saya titip anak-anak Nganjuk untuk menjadi anak yang percaya diri dengan dorongan motivasi dan bahasa-bahasa positif. Kuncinya benahi mental dan karakternya," pesan Kang Marhaen kepada seluruh tenaga didik SD se-Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga : Cari Bibit Atlet, Dispendik Nganjuk Gelar Kejuaraan Voli Antar SMP

Sebagai informasi, seusai acara pembukaan bimtek dilanjutkan dengan penanaman pohon 'tabebuya' oleh Bupati Nganjuk didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan jajaran guru di halaman depan SD Negeri 6 Jatirejo, Nganjuk.(Yos/Cs)

0 Komentar