BPP Gondang bersama Petani dan PPL Kenalkan Inovasi Teknologi Budidaya Bawang Merah Hemat Air

Menggunakan Metode Sprinkler, Screen House, dan Mulsa

NGANJUK, PING- Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk mayoritas penduduknya adalah sebagai petani dengan luas lahan pertaniannya sekitar 3.547 hektar. Hal itu disampaikan oleh Sukirno selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatam Gondang melalui program talk show Sahabat Tani 105,3 RSAL FM, Selasa(6/12/2022).

Dipandu host Tyo, Sukirno lantas membeberkan bahwa Kecamatan Gondang tak lepas dari budidaya bawang merahnya. "Jadi makanya kalau berkunjung di Gondang pasti menemukan tanaman bawang merah baik off season maupun on season. Dalam setahun ada sekitar 3000 hektar lahan yang ditanami bawang merah", ujarnya.

Sukirno mengatakan dengan luas lahan tersebut rata-rata setiap tahunnya mampu menghasilkan sekitar 14,5 ton pada saat on season/panen raya. "Ini tentu juga berkat kerja keras para penyuluh kita. Selain itu juga  karena peran serta 81 mitra dari kelompok tani di Kecamatan Gondang", ungkapnya.

Selanjutnya Puji Santoso selaku inovator budidaya bawang merah sekaligus petani bawang merah asal Desa Sumbersari-Gondang ini mulai tergugah untuk berinovasi lantaran dirinya dan sahabat tani lainnya ingin menghasilkan bawang merah yang berkualitas hingga sukses dalam pemasarannya.

Dikatakan Puji dirinya mengaplikasikan metode penyiraman hemat air sprinkler untuk lahan tanaman bawang merahnya. Sprinkler adalah sistem siraman air yang dialirkan melalui pipa ke lahan pertanian yang membutuhkan. 

Modal awal pemasangan instalasinya cukup besar yakni sekitar 30 juta rupiah. Namun dalam pemakaiannya dengan menggunakan sistem sprinkler ini hanya memakan biaya sebesar 10 ribu rupiah per 1 hektar lahan. "Jadi luar biasa hemat biaya", tandasnya.

Kemudian inovasi kedua adalah menggunakan screen house yaitu metode penyiraman bawang merah dengan membentuk rumah kasa. "Jadi air hujan yang turun akan otomatis menyebar seperti spray ke seluruh tanaman bawang merah", jelasnya.

"Dengan metode screen house ini efisiensi penggunaan pestisida sebesar 0 persen dan pupuk kimia sebesar 35-40 persen", bebernya.

Serta metode mulsa yakni menggunakan kertas perak diatas permukaan tanah tanaman bawang merah. "Ini kita gunakan saat musim kemarau atau on season untuk mengatur kelembaban dan membantu merangsang pertumbuhan akar sehingga umbinya akan semakin besar", jelasnya.

Sementara itu Fadlin Nuryani selaku PPL Kecamatan Gondang menyampaikan bahwa untuk metode sprinkler masih banyak petani yang ragu akan penerapannya karena modal awal yang cukup mahal. Namun untuk metode screen house sudah ada beberapa petani yang menerapkannya. "Karena modal awal yang cukup besar petani masih pikir-pikir untuk mengaplikasikan sprinkler ini", tuturnya.

Selain itu Fadlin juga menginformasikan bahwa di Gondang tidak hanya tentang bawang merah saja. Namun, saat ini juga sedang dikembangkan budidaya tanaman buah yang di mulai di wilayah desa binaannya yakni Desa Balonggebang. "Jadi kita kembangkan juga budidaya buah-buahan. Sekarang ini kita sedang panen buah alpukat", terang Fadlin.

Sebagai penyuluh Fadlin berharap bahwa para petani di Kecamatan Gondang perlahan dapat berbudidaya tanaman bawang merah dengan metode screen house maupun sprinkler. Agar Nganjuk tetap menjadi kota dengan ikon bawang merahnya yang tentunya berkualitas. "Semoga pelan-pelan petani kita dapat mengaplikasikan inovasi-inovasi yang ada dengan sebaik-baiknya", pungkasnya.

 

0 Komentar