BPP Bagor dan Disperta Nganjuk Berikan Edukasi dan Perkenalkan Produk Olahan Bawang Merah 'Kak Ros'

Mendukung para pengusaha hasil pertanian untuk terus maju dan berkembang

NGANJUK, PING - Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bagor berupaya terus memberikan edukasi dan penyuluhan kepada sahabat tani di Kota Bayu. Kali ini dalam program acara 'Beranda Kominfo' 105,3 RSAL FM, Senin(12/9/2022). Dipandu host Asti Hanifa acara tersebut mengusung tema 'Olahan Bawang Merah'.

Hadir mengisi acara yakni Erwin selaku penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Heru selaku penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Bagor dan Rosita yaitu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Nganjuk dengan produk olahan bawang merahnya berlabel 'Kak Ros'.

Erwin selaku penyuluh dari Dinas Pertanian mengatakan selama ini Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk telah melakukan pendampingan kepada para petani dari mulai hulu sampai ke hilir. "Kami Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk telah mendampingi teman tani kita seperti membantu mendapatkan pupuk subsidi, penyediaan persediaan sarana prasarana, seperti bantuan irigasi, sumur tanah dalam, embung, alat pengolahan tanah (rotari), alat panen padi dan lain-lain," tuturnya.

Baca Juga : Didik Sejak Dini, Dinas KPP Nganjuk Sosialisasikan Keamanan Pangan di SD Ar Rahman Kertosono

Hal itu disampaikan Erwin tidak lain adalah agar teman kelompok tani dapat memanfaatkan bantuan sarana prasarana dari pemerintah. "Setiap kecamatan juga telah ada kantor BPP, disana ada klinik pengembangan sentra agribisnis yang bisa teman tani manfaatkan dalam memperoleh berbagai informasi mengenai pertanian," sambungnya.

Untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian kata Erwin yaitu harus mengolahnya. Namun yang seringkali jadi momok pengusaha kita adalah bagaimana cara pemasarannya. "Di era sekarang ini kita dari rumah sudah bisa jualan. Jadi kita tekankan jangan takut mencoba, kami Dinas Pertanian selalu menyarankan bagi para pengusaha untuk memasarkan produknya di media sosial sebanyak-banyaknya dan jangan takut tidak laku," sarannya.

Selanjutnya Heru dari BPP Kecamatan Bagor menyampaikan menjadi pengusaha perlu terus belajar dan yang penting adalah pengalaman. Seperti halnya usaha dari olahan hasil pertanian bawang merah, disaat bahan baku itu murah tentu tidak menjadi masalah, namun jika bahan baku itu mahal akan menjadi kendala dalam proses produksi.

Baca Juga : Disperta Nganjuk Perkenalkan Agrowisata Jambu Kristal

"Setidaknya kita punya stok atau proses penyimpanan yang baik untuk mengantisipasi lonjakan harga bawang merah. Perlunya kita terus belajar dan sharing dengan kelompok ini adalah bisa menjalin komunikasi yang baik ketika bahan baku sedang mahal tetap bisa produksi dan memasarkan produk kita," ungkapnya.

Kedepan BPP Kecamatan Bagor ungkap Heru memiliki rencana akan mencoba membentuk pusat agribisnis. "Jadi tujuannya pusat agribisnis itu kedepan tidak hanya bawang merah saja tapi juga bagaimana mengolah hasil pertanian yang lain contohnya ubi dan lain sebagainya", tandasnya.

Sementara Rosita, petani sekaligus pengusaha yang tergabung dalam KWT Nganjuk dengan produk andalannya bawang merah goreng 'Kak Ros', mengaku sangat terbantu dengan turut andilnya Dinas Pertanian dan BPP Kecamatan Bagor dalam membina dan memfasilitasi sehingga tercipta produk olahan bawang merahnya yang sekarang sudah melanglang buana baik di dalam maupun luar Kota Nganjuk.

"Alhamdulillah terima kasih saya sangat terbantu atas bimbingan dan disediakannya fasilitas dari Dinas Pertanian dan BPP Bagor sehingga saya bisa meluncurkan produk olahan bawang merah yang saya beri nama bawang merah 'Kak Ros' ini," ucapnya.

Baca Juga : Dinas Pertanian Nganjuk Adakan Gerakan Pengendalian OPT Tembakau dari DBHCHT

Ia memulai usahanya tahun 2017 dengan anggota petani 25 orang, Rosita berpikir untuk menambah nilai bawang merah itu sendiri dengan membeli bawang merah dari petani yang saat itu harganya anjlok untuk kemudian diolah menjadi bawang merah goreng.

Rosita  mengatakan bahwa semua orang bisa mengolahnya tapi untuk menjadikan produk olahan yang bermutu tentu harus melalui beberapa tahap. "Harapannya apabila ada teman yang lain memiliki produk seperti saya olahan bamer ini tidak hanya diolah menjadi bamer goreng saja tapi juga olahan yang lain, seperti pasta dan sebagainya agar produk yang kita olah itu bervariasi untuk menarik konsumen," pungkasnya.

0 Komentar