BNNK Nganjuk Bentuk Desa Bersinar Untuk Perangi Narkoba

Untuk menciptakan desa yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Nganjuk, PING- Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) merupakan program prioritas nasional Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia yang sudah ditetapkan langsung kepada daerah-daerah khususnya di BNN Kabupaten/Kota. Dengan adanya Desa Bersinar ini, diharapkan bisa memiliki kesatuan wilayah yang setiap Kelurahan/Desanya terdapat pelaksanaan program P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) secara masif.

Hal ini disampaikan oleh Indah Soetanti selaku Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Nganjuk saat menjadi narasumber di RSAL 105,3 FM, Selasa (10/10/2023).

Indah menjelaskan tujuan pemilihan desa bersinar nantinya diharapkan dapat menciptakan kondisi aman dan tertib bagi masyarakat Desa/Kelurahan, sehingga masyarakat mampu dan mau untuk menciptakan Desa yang bersih dari penyalah guna narkoba.

Ia mengatakan, kehadiran Desa Bersinar bukan hanya bentuk pencegahan narkoba di pedesaan atau kalangan masyarakat, namun juga membimbing mereka yang telah menyalahgunakan narkotika untuk dapat kembali seperti sediakala.

Baca Juga : Belajar Dunia Broadcasting, SDI Miftakhul Huda Kunjungi Studio RSAL FM

Menurutnya, Desa merupakan salah satu tempat yang rentan terhadap peyalahgunaan narkoba dan penyebarannya. Dilihat dari tingkat pendidikan, ketidaktahuan dan minimnya pengetahuan, dan tidak terjangkaunya Desa.

“Maka dari itu kita harus lebih memprioritaskan Desa/Kelurahan,” tegasnya.

Pihaknya menerangkan untuk menuju Desa Bersinar harus mempunyai beberapa kriteria diantaranya harus ada ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat yang didukung untuk wilayah/kelurahan tersebut untuk bisa bersinar seperti prioritas BNN RI.

Di Kabupaten Nganjuk sendiri pelaksanaan Program Desa Bersinar sudah berjalan sejak 2021 hal tersebut sudah tercantum pada Keputusan Bupati No. 188/235/k/411.012 ditahun 2021. Dijelaskan dalam peraturan bahwa ada dua Desa yang sudah masuk dalam program tersebut, yaitu Desa Mangundikaran dan Desa Putukrejo.

Kemudian di tahun 2022, ada tiga Desa yaitu Desa Sidokare, Desa Waung, dan Desa Karangsemi. “Ketiga Desa tersebut jika digabungkan dengan dua Desa sebelumnya sebenarnya sudah banyak melakukan implementasi, salah satunya  membentuk relawan anti narkoba, adanya fasilitator, kemudian terjangkaunya ke agen-agen pemulihan untuk membantu para pecandu/korban penyalahgunaan narkoba untuk andil dalam penjangkauan, dan membantu dari segi korban penyalahguna bisa datang langsung  ke BNN untuk membantu rehabilitasinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Indah menyampaikan dalam membentuk Desa Bersinar ini ada tiga komponen yang akan dimasukkan di Lokasi Khusus (Lokus) Desa Bersinar. Salah satunya ada pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang bertugas membantu memfasilitasi Kepala Desa untuk bagaimana masyarakat mempunyai ketahanan keluarga dan ketahanan masyarakat.

Baca Juga : Sambut Hari Pramuka Ke 62, Pramuka Nganjuk Gelar Kirab Estafet Tunas Kelapa

Disamping itu remaja-remaja juga akan kita latih bagaimana menciptakan dan mencreate Desa dan Kelurahan itu menjadi Desa yang benar-benar bersinar sesuai Implementasi Inpres No. 2 tahun 2020 tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

“Jadi disitu kita sudah melakukan kerja sama dengan kepala desa untuk bagaiman kita saling berperan dan bersinergi,” terangnya. (Kr/Cy)

 

0 Komentar