Bina Keluarga Lansia melalui program Selantang untuk mewujudkan Lansia Tangguh

Tingkatkan kualitas hidup lansia agar lebih aktif produktif dan berdaya guna

Nganjuk, PING- Dalam meningkatkan kualitas kelompok BKL (Bina Keluarga Lansia) untuk mewujudkan lansia tangguh, meningkatkan pemahaman lansia tentang konsep SMART (Sehat, Mandiri, Aktif & Produktif) dalam lingkup 7 dimensi Lansia Tangguh (spiritual, fisik, vokasional, sosial, lingkungan, hobi & intelektual)

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nganjuk (DPPKB) gelar program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) dengan tema 'Bina Lansia'. Kegiatan tersebut digelar di  Desa Jatirejo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk pada Selasa(01/02/23) pagi.

Perlu diketahui, Sekolah Lansia Tangguh ini merupakan salah satu inovasi BKKBN untuk memberikan konsep 'Belajar Sepanjang Hayat, Bahagia Sepanjang Waktu'.

Kegiatan dihadiri oleh Camat Nganjuk, Hari Moektiono, Lurah Jatirejo, Wisnu Prawoko, Kabid Pembangunan Keluarga Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, S. Kundariana, dan Agus Tejo Praseno selaku Koordinator penyuluh KB Kecamatan Nganjuk.

Kegiatan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) ini diawali dengan senam kaki untuk mencegah diabetes yang dipandu oleh Agus Tejo Praseno. Hadir sebagai narasumber Kasi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Sumadi.

Sumadi juga mengatakan bahwa seorang Lansia bukan berarti tidak produktif, lansia harus tetap produktif. “Kita mau jadi lansia yang seperti apa nantinya. Mau Lansia yang mandiri, produktif, sehat, tidak pikun, jauh dari penyakit itu semua harus direncanakan,” ucap Kasi DLH.

Koordinator penyuluh KB Kecamatan Nganjuk, Agus Tejo menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh merupakan upaya pendidikan yang diperuntukkan untuk lanjut usia. Pendidikan informal untuk lansia merupakan sistem tentang berbagai konsep pendidikan dimana tujuannya untuk menerangkan kegiatan terkait belajar-mengajar dalam peningkatan akan pengetahuan serta keterampilan bagi lansia.

“Lansia harus benar-benar kita kelola, artinya bahwa lansia itu bukan beban keluarga, tapi diharapkan menjadi lansia yang mandiri, sehat dan sejahtera itu harapan besar kami,” ujar Agus.

“Didalam program Selantang ini para peserta lansia akan menempuh waktu selama enam bulan, dengan pertemuan dua kali dalam satu bulan. Dengan total tiga tahap, yaitu standard 1 sampai dengan 3, dengan materi yang sudah disusun secara rincii oleh BKKBN,” lanjutnya.

Lurah Jatirejo, Wisnu Prawoko dalam sambutannya mengatakan. “Melihat visi misi dari BKKBN 'kita senang' selaras dengan motto Desa Jatirejo 'selalu bahagia' jadi kita usahakan tidak hanya orang dengan usia produktif yang bahagia, tapi lansia pun juga harus bahagia,“ ujarnya.

“Selaras dengan motto Desa Jatirejo kita coba menawarkan kepada masyarakat Desa Jatirejo, ternyata antusiasnya sangat luar biasa, karena kita hanya membuka 40 peserta pendaftar Sekolah Lansia Tangguh ini, dengan antusias masyarakat Desa Jatirejo pendaftar mencapai 50 orang lansia,” ungkap Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu juga menjelaskan bahwa diakhir Sekolah Lansia Tangguh ini, nanti akan ada wisuda, karena apresiasi layak diberikan kepada para lansia yang ingin mengembangkan diri menjadi seorang yang memiliki semangat untuk menjadi contoh bagi generasi muda.
(RL/NR/YS) 

0 Komentar