Bedah Buku Marhaen Sang Juara bersama Bupati Nganjuk di STKIP PGRI Nganjuk

Buku tersebut ditulis oleh Basori, Direktur Sekolah Perubahan, yang mengangkat rekam jejak sukses Kang Marhaen sebagai Bupati Nganjuk

Nganjuk, PING - Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menghadiri acara bedah buku bertajuk Marhaen Sang Juara di Aula STKIP PGRI Kabupaten Nganjuk, Jum'at (22/09/2023). 

Dalam acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, para panelis, pemateri 1 Dr. Wahju Prijo Jatmiko (Pengacara dan Konsultan Hukum),  pemateri 2 Dr. Vera Septi Andrini, M.M (Ketua STKIP PGRI Nganjuk), pemateri 3 H. Roni Sugianto Syakroni, S.H (tokoh masyarakat), pemateri 4 HM. Basori S.H (Direktur Sekolah Perubahan sekaligus penulis buku), dosen, hingga perwakilan mahasiswa/i STKIP PGRI Nganjuk.

Marhaen menyambut positif dan mengapresiasi atas tercetusnya buku Marhaen Sang Juara tersebut. "Terima kasih banyak kepada sang penulis buku Marhaen Sang Juara ini yakni Pak Basori yang telah menulis perjalanan saya sejak kecil hingga saat ini. Ini luar biasa. Menginspirasi kita semua," ucap Kang Marhaen.

Dihadapan mahasiswa, Kang Marhaen memotivasi atas apa yang telah dijalaninya. Sejak terlahir sebagai Marhaen kecil, hingga Marhaen yang saat ini dikenal oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat Kabupaten Nganjuk sebagai Bupati Nganjuk yang dekat dengan rakyat.

"Setiap kelemahan saya ubah menjadi kekuatan, yakni bagaimana agar bisa me-manage kelemahan itu menjadi sumber kekuatan. Tekad saya yang gigih mengantarkan saya menjadi Marhaen yang saat ini.  Marhaen kecil terus berusaha dan pantang menyerah meraih pendidikan yang layak meskipun ekonomi keluarga sulit," tandas Kang Marhaen.

Dia lantas berpesan kepada seluruh generasi muda Nganjuk, untuk tetap semangat meraih mimpi dan tetap totalitas mengerjakan setiap pekerjaan. "Cita-cita saya dulu sederhana menjadi guru SD. Akan tetapu, dengan semangat dan totalitas menjadikan cita-cita sederhana itu menjadi cita-cita yang istimewa. Maka saya berpesan teruslah semangat mengejar mimpi, lakukanlah pekerjaan apapun dengan ikhlas dan totalitas," pesan Kang Marhaen.

Di sisi lain, Ketua STKIP PGRI Nganjuk yang juga sebagai pemateri 2 mengutip isi dari buku Marhaen Sang Juara tersebut, bahwa Kang Marhaen adalah seorang visioner yang memiliki gelar pendidikan perguruan tinggi cukup panjang dan senang disapa dengan sebutan 'Kang Marhaen'. Putra daerah yang berhasil menjadi kepala daerah di tanah kelahiran sendiri.

"Perjalanannya menjadi bupati Nganjuk sangat panjang dari yang awalnya menjadi wakil bupati, menjadi Plt. bupati hingga menjadi bupati. Walau hanya dalam waktu 6 bulan, tetapi prestasinya luar biasa. Sebagai seorang visioner beliau banyak memprioritaskan pendidikan dan hal-hal pengembangan, termasuk di STKIP PGRI Nganjuk sebagai pioner Nganjuk. Karena STKIP PGRI Nganjuk ini merupakan kampus tertua yang ada di Kabupaten Nganjuk, yakni sejak tahun 1978", tuturnya.

Menurutnya, Kang Marhaen memunyai sifat yang rendah hati dan mudah didekati. Hal ini yang begitu memotivasinya sebagai seorang pemimpin yang memiliki attitude yang bersahaja. Dia juga membeberkan bahwa modal pembangunan adalah sebagai prasyarat pembangunan yang berhasil. 

Dikatakan Vera, Kang Marhaen melalui pengamatannya yang tajam telah mengelompokkan ke dalam 11 poin potensi dan masalah yang dihadapi oleh Kabupaten Nganjuk. Melalui 11 poin tersebut, Vera mencoba mengelompokkan kedalam modal pembangunan sebagai sarana pembangunan yang berhasil.

Pertama, yakni Kabupaten Nganjuk memiliki modal ekonomi (modal capital), kedua, yakni modal manusia (human capital), dan ketiga, yakni modal sosial (social capital). Kepimpinan Kang Marhaen meliputi 3 karakter meliputi kepemimpinan yang melayani (servant leadership), kepemimpinan rendah hati (humble leadership), dan kepemimpinan partisipatif (partisipative leadership) dengan melayani dan rasa cinta kepada Nganjuk. 

"Modal ekonomi disini berarti memiliki modal ekonomi yang potensial berupa pertanian, perkebunan, perdagangan, dan sentra bawang merah. Modal manusia cukup besar dengan jumlah penduduknya lebih dari 1 juta dengan indeks pembangunan manusia yang semakin meningkat, serta aparatur pemerintah yang berdedikasi. Modal sosial adalah kerukunan, keharmonisan, guyub rukun, gotong royong, toleransi, daya kritis masyarakat, serta hubungan dengan para ulama," urainya.

Sementara itu, Basori, Direktur Sekolah Perubahan sekaligus penulis buku Marhaen Sang Juara mengungkapkan, buku tersebut merupakan gagasan dari jutaan pemikiran. Melalui buku tersebut, Basori berharap dapat memberikan dampak positif dan memotivasi masyarakat Kabupaten Nganjuk melalui prestasi demi prestasi Kang Marhaen selama menjadi pemimpin di Kota Bayu.

"Buku ini mewakili jutaan gagasan dan jutaan pemikiran. Bedah buku ini diharapkan nanti bisa ada feedback. Sebagai motivasi bagaimana yang dilakukan Pak Marhaen akan menjadi catatan seperti yang sedang hits saat ini yakni Nganjuk Smart City. Hal itu adalah terobosan yang luar biasa dimana hubungan tugas dan fungsi pemerintah dengan masyarakat berjalan dengan baik. Kang Marhaen akan dikenang terus sepanjang masa, ini merupakan sebuah penghargaan untuk Kang Marhaen sebagai Bupati Nganjuk yang berprestasi. Kami juga membuka saran/masukan apabila ada kekurangan dalam penulisan buku tersebut, sekali lagi terima kasih atas apresiasi  karya kami untuk Kang Marhaen", pungkasnya.

Seusai acara, Ketua STKIP PGRI Nganjuk menyerahkan cenderamata dari STKIP PGRI untuk  Marhaen dan keempat pemateri.(Yos/Cs)

0 Komentar