Bangun Remaja Bebas Narkoba, BNNK Nganjuk Sosialisasi Pentingnya Bahaya Narkoba

Tema : Pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan remaja

Nganjuk, PING - Bahaya narkoba menjadi ancaman yang sangat nyata bagi generasi penerus bangsa, pasalnya penyalahgunaan narkoba banyak terjadi pada kalangan remaja.

Untuk itu, BNN Kabupaten Nganjuk gencar melakukan sosialisasi, salah satunya dengan menghadiri talkshow di RSAL FM dengan tema "Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Lingkungan Remaja", Selasa (30/5/2023).

Hadir menjadi narasumber, Yuni Ariati, dari Bidang Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), menurutnya potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja umumnya diakibatkan oleh faktor lingkungan.

Lingkungan dari teman sebaya merupakan faktor resiko tertinggi penyalahgunaan narkoba pada remaja. Ikut teman atau agar diterima di pergaulan dapat memicu remaja untuk mulai mencoba narkoba hingga menjadi kecanduan.

Selain teman, anggota keluarga juga bisa menjadi faktor lingkungan yang membuat remaja kecanduan narkoba, terutama jika kondisi rumah tidak kondusif, misalnya karena tidak bisa menghadapi toxic parents atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan saudaranya.

Baca juga: Wujudkan Nganjuk Bersinar, BNNK Nganjuk Adakan Sosialisasi Bahaya Narkotika di 61 Sekolah

“Potensi untuk penyalahgunaannya selalu ada, tergantung cara mereka bergaul dari lingkungan, maupun karakter dari masing-masing  individu, dan keberadaan zat itu sendiri. Apalagi anak-anak yang mudah terpengaruh dan mudah percaya orang lain,” ujarnya.

Yuni menyebut rentan usia riskan banyak terjadi di usia produktif antara usia 20 tahunan. Di usia ini remaja sedang mencari jati diri sehingga apa yang diterima kebanyakan tidak dicerna dengan baik sehingga mudah terpengaruh dunia luar.

Adapun temuan dari BNNK Nganjuk potensi penyalahgunaan narkotika juga bisa terjadi di kalangan anak-anak SD di usia 11 tahun.

“Pada usia dini biasanya anak-anak cenderung coba-coba narkoba kategori ringan. Awalnya mereka mencoba dengan merokok, kemudian meningkat ke minuman keras, obat-obatan. Selanjutnya apabila tidak ditindaklanjuti dan mereka bertemu dengan orang yang salah bisa dikenalkan dengan narkoba golongan 1 seperti ganja, sabu,” papar Yuni.

Lebih lanjut, Yuni menghimbau kepada semua masyarakat termasuk orang tua jika ada anggota keluarga atau anak yang sudah terjebak dalam narkoba untuk segera laporkan ke BNN atau IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) pusat RS Bhayangkara atau pusat RS Umum.

Hal tersebut dilakukan agar segera ditangani, tidak ada proses hukum baik pelapor maupun terlapor. Kemudian akan dilakukan assesment untuk mengetahui tingkat kecanduannya, lalu akan dilakukan konseling keberlanjutan.

Baca juga: BNNK Nganjuk Optimalkan P4GN Melalui Program Desa Bersinar

“Jika sudah dirasa terindikasi bisa lapor ke BNN untuk dilakukan tes urin, dan akan dilakukan tindak lanjut sebagai rehabilitasi,” tambahnya.

Sebagai informasi BNNK Nganjuk juga mempunyai beberapa program diantaranya dengan melakukan sosialisasi di sekolahan, lingkungan masyarakat, lingkungan pemerintah, dialog interaktif remaja.

“Untuk dialog interaktif remaja kita ambil 10 anak untuk dilberi pembekalan terkait narkotika sebanyak 5 kali pertemuan untuk ketahanan diri remaja. Adapun ketahanan keluarga sebagai pembekalan yang wajib dimiliki orang tua dengan pengetahuan tentang narkotika itu sendiri,” tutur Yuni.

Di akhir talkshow Yuni berharap kepada para putra-putri dan masyarakat agar terbebas dari lingkungan narkoba. Remaja harus berani menolak dengan tegas dengan segala bujukan atau iming-iming  tentang narkoba.

(Cy/Kr)

0 Komentar