Aplikasi SEPAKAT BAPPENAS Sebagai Diagnosa Program Kegiatan

Slamet Basuki: mulai dari perencanaan, pengganggaran, hingga evaluasi program/kegiatan yang sudah dilaksanakan

Nganjuk, PING- Aplikasi SEPAKAT (Sistem Perencanaan, Penganggaran, Analisis, dan Evaluasi Kemiskinan Terpadu) dapat dijadikan sebagai alat untuk mendiagnosa suatu problem atau permasalahan bagi perangkat daerah di Kota Angin. Guna menentukan formula yang tepat untuk mengobati atau memecahkan suatu permasalahan yang terjadi.

Demikian yang dikatakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngajuk, Slamet Basuki, pada penutupan Pelatihan Aplikasi SEPAKAT BAPPENAS, Minggu (12/11/2023) kemarin, di Ruang Rapat Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk.

“Kami mengucapkan selamat dan matur nuwun telah selesai mengikuti pelatihan Bimtek aplikasi SEPAKAT. Semoga ikhitiyar kita bersama, dapat bermanfaat bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Nganjuk,” kata Slamet Basuki menutup kegiatan pelatihan yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 12 November 2023 tersebut.

Sebelumnya, dalam arahannya Slamet Basuki, sapaan akrab Kadiskominfo, mengatakan pemanfaatan Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan Diseminasi Sistem Perencanaan, Penganggaran, Analisis dan Evaluasi Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT) akan memudahkan Pemkab Nganjuk dalam melakukan intervensi pembangunan.

Baca Juga : Bangga, Pj. Bupati Nganjuk Buka Pelatihan Aplikasi SEPAKAT BAPPENAS

“Mulai dari perencanaan, pengganggaran, hingga evaluasi program/kegiatan yang sudah dilaksanakan,” tuturnya.

“Regsosek ini diharapkan menjadi perwujudan Satu Data untuk perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang lebih mutakhir dan tepat sasaran,” tambah Slambas.

Slambas pun memaparkan, bagaimana aplikasi SEPAKAT dapat dimanfaatkan. Pihaknya menganalogikan, aplikasi SEPAKAT sebagai alat diagnosa. Sementara data yang ada di dalam aplikasi tersebut, kata Slambas, sebagai resep obatnya.

Data kita analisis, kemudian diberikan resep yang tepat berupa program-program. Tidak hanya cukup di situ, ketika kita sudah meminum obat dan mematuhi petunjuk dokter, tidak bisa lekas sembuh. Sudahkah pulih sehat 100 persen?, maka kita kontrol ke dokter namanya evaluasi dan pemantauan,” jelas Slambas menganalogikan SEPAKAT.

Bentuk Tim dan Gerak Cepat Selesai Pelatihan

Lebih lanjut, tentang penggunaan aplikasi SEPAKAT, Slambas menegaskan pihaknya bersama Tim Forum Satu Data Daerah siap untuk segara mengaplikasikannya. Dengan membentuk Tim Pemutakhiran Data Berbasis Desa/Kelurahan.

“Anggotanya perangkat daerah, kecamatan, kepala desa, lurah, dan seluruh peserta pelatihan hari ini (Aplikasi SEPAKAT),” bebernya.

Slambas membeberkan, pemanfaatan data Regsosek digunakan untuk beberapa hal seperti pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), prioritas penerima bantuan/program, basis data perencanaan inklusif dan advokasi, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Baca Juga : Bappeda Gelar Persiapan Ranwal Penyusunan RPJPD Kabupaten Nganjuk 2025-2045

Sehingga, ungkap Slambas, sesuai yang diharapkan Pj. Bupati, data ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh 1,1 juta warga Nganjuk.

“RTL (Rencana Tindak Lanjut) yang pertama kali yang akan kita laksanakan adalah Gerakan Serentak Tuntaskan Adminduk (Gertak Tunduk) warga Nganjuk. Dimulai dari tanggal 20 November sampai dengan 20 Desember 2023. Satu bulan penuh 264 desa, 20 kelurahan, dan 20 kecamatan menyelenggarakan layanan adminduk warga Nganjuk,” urainya.

“Sehingga dengan demikian ilmu bapak-ibu betul betul bermanfaat. Pendataan data adminduk selesai. Otomatis database akan terupdate,” pungkasnya.

0 Komentar