Antisipasi Bencana Banjir, Dinas PUPR Normalisasikan Pengairan dan Irigasi di Beberapa Wilayah

Tidak membuang sampah sembarangan dan galakkan gotong royong bersama

Nganjuk, PING- Menyambut musim penghujan 2023, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk terus mengantisipasi warga Nganjuk untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak terjadi banjir di wilayah Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut disampaikan oleh Rusdi Gunawan selaku Kabid Pengairan PUPR Kabupaten Nganjuk saat menjadi narasumber di acara talkshow RSAL 105,3 FM, Selasa (05/12/2023).

Ditemani Imam Hanafi, Rusdi menyampaikan beberapa program yang berkaitan dengan pengairan dan irigasi. Perlu diketahui saat ini ketersediaan sumber daya air di area pertanian maupun persawahan harus terpenuhi meskipun terbatas. Dan di setiap tahunnya PUPR di bidang pengairan bertugas menata ketersediaan air baik untuk pengairan maupun irigasi.

“Dengan menata ketersediaan air tersebut diharapkan petani dapat mematuhi apa yang telah kita sepakati bersama,” pungkasnya.

Selain itu, pengurukan rutin akan terus dilakukan di lokasi urgent, agar terhindar dari bencana banjir. Sebagai normalisasi kita juga membangkitkan gelora masyarakat untuk bergotong royong dengan pembersihan sampah di selokan dan sungai. Selain membangkitkan gelora masyarakat, gotong royong juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa kebersamaan ini sangatlah penting.

“Diawal musim hujan kemarin kita sudah sempat melakukan pengurukan diberbagai wilayah seperti di Desa Joho, Desa Blongko,  maupun di wilayah kota. Ini adalah gotong royong yang sangat luar biasa karena melibatkan beberapa unsur seperti organisasi pramuka, Camat, Kepala Desa beserta jajarannya dan warga masyarakat setempat yang ikut melaksanakannya,” tutur Rusdi.

Menurut Rusdi, di tahun 2023 ini kondisi cuaca tidak sama seperti dulu. Jika di tahun lalu musim hujan dan musim kemarau bisa diprediksi namun tahun ini tidak bisa diprediksi. Makadari itu, Dinas PUPR menyebutkan bahwa tahun ini ada penambahan anggaran yang dulu hanya 50.000.000 sekarang menjadi 150.000.000. “Dengan anggaran tersebut kita bisa lakukan normalisasi sungai dan irigasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Imam menyampaikan di Nganjuk sendiri ada beberapa wilayah yang masih kekurangan air saat memasuki musim kemarau seperti di Jatikalen dan Rejoso. Dengan wilayah yang kekurangan air tersebut akan kita bangun embung.

“Embung ini sangat bermanfaat, ketika musim hujan embung akan berfungsi sebagai penampung air hujan sehingga meminimalisir terjadinya banjir dan jika memasuki musim kemarau embung yang terisi air dapat berfungsi sebagai pengairan di wilayah tersebut. Selain itu kita juga akan galakkan penanaman bibit pohon di wilayah-wilayah yang rawan banjir,” tambah Imam.

Sebagai penutup, Rusdi berpesan kepada warga Nganjuk untuk tidak membuang sampah di sungai maupun di saluran irigasi agar tidak terjadi banjir saaa memasuki musim penghujan.

 

0 Komentar