
Warga Nganjuk keturunan Tionghoa, Sabtu, 27 Februari 2010 merayakan Cap Go Meh atau 15 hari setelah perayaan hari Imlek 2561, dengan memanjatkan do’a untuk ketentraman warga masyarakat Nganjuk. Kegiatan tersebut berpusat di Klenteng Tri Dharma Sukomoro Nganjuk, yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Drs H. Taufiqurrahman beserta Wakil Bupati KH Abdul Wachid Badrus, kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, jajaran Muspika Kecamatan Sukomoro dan jajaran Muspida Kabupaten Nganjuk.
Dalam perayaan Cap Go Meh itu, Bupati juga meresmikan penggunaan Gedung Pring Sewu dengan mendatangani prasasti. Gedung tersebut berada di sebelah timur dari bangunan utama klenteng yang dibangun secara swadaya. Dalam peresmian itu beberapa TITD di daerah sekitar Nganjuk juga ikut meramaikan suasana. Seperti Jombang, Mojokerto dan Surabaya. Bahkan Ketua PTITD Komda Jawa Timur juga menyempatkan hadir.
Ketua Klenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro, Teguh Susilo Saputra dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa tujuan perayaan ini adalah untuk mendoakan warga masyarakat Nganjuk agar didekatkan dengan kemakmuran, hidup tenteram dan dijauhkan dari semua bencana.
Bupati Taufiq dalam sambutannya menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat Nganjuk untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Mudah-mudahan kita semua dapat memanfaatkan momen ini untuk saling menjaga kerukunan antar lapisan masyarakat, sehingga akan tercipta Nganjuk yang kondusif” tandas Taufiq.
Acara diakhiri doa bersama yang dipimpin oleh Gus Yaqin dengan tujuan untuk mendoakan masyarakat Nganjuk agar terhindarkan dari segala macam bencana dan menjadi masyarakat yang adil dan makmur.





